Oleh : Ermawati
(Aktivis Muslimah)
Terkadang kita kaget dan terheran-heran mengapa ada anak yang tega membunuh ibu kandungnya sendiri, tapi dari sistem yang rusak apa yang tidak mungkin menjadi mungkin mengapa bisa?
Belum lama ini, beredar berita terkait siswi kelas VI SD di Medan yang berusia 12 tahun, diduga membunuh ibu kandungnya. Banyak warga terkejut dan mempertanyakan apakah anak seusia itu sudah mampu melakukan tindakan ekstrem terhadap orang tua.
Menurut Psikolog dari Ekspresi Consulting and Research, Jeffry, secara psikologis anak berusia 12 tahun memang berpotensi melakukan tindakan ekstrem hingga pembunuhan, termasuk terhadap orang tua kandungnya, meski secara fisik dan sosial hal tersebut sulit diterima masyarakat.(Mistar.id 17/12/25)
Sungguh miris sekali kehidupan remaja akhir-akhir ini kejahatan yang dilakukan remaja semakin meningkat di berbagai daerah seolah remaja saat ini kehilangan pegangan dan tujuan hidup bahkan mereka tak tentu arah berbuat semaunya. Tak sedikit dari mereka kehilangan kendali dan terperosok pada jalan yang salah, masa remaja yang rentan adanya rasa dan emosi yang tertahan dan tak pernah diungkapkan, juga kekecewaan yang begitu besar sehingga meledak bagaikan bom atom.
Perilaku ini tidak tiba-tiba muncul melainkan karena
Adanya beberapa faktor yang membuat perilaku remaja semakin tak terkendali adalah :
- Faktor keluarga masa kini cenderung tidak peduli terhadap pendidikan agama, karena mereka lebih memikirkan untuk kebutuhan dan keperluan anak sehari-hari tapi mereka lupa kalau disisi lain ada ruang kosong yang tak terisi hampa yaitu pemahaman agama Islam yang perlu untuk dipenuhi juga.
- Faktor pendidikan disekolah-sekolah saat ini pembekalan agama Islam kurang atau sengaja dijauhkan kalau ada waktunya sedikit itupun sekali dalam seminggu, dengan alasan toleransi agar tidak merasa agamanya paling benar atau pun mereka menganggap agama Islam sebagai candu.
- Faktor lingkungan masyarakat hari ini cuek seperti tak peduli dengan lingkungan sekitarnya karena sudah cape dan sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas masing-masing sehingga tak ada waktu untuk mengurusi urusan orang lain.
- Dan yang paling penting dari semua ini adalah faktor negara yang terlalu abai terhadap masa depan generasi muda, sistem kapitalis yang rusak sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, diera digital dan modern persaingan dimana-mana yang negara pikirkan hanyalah bagaimana caranya mendapatkan keuntungan.
Karena rusaknya sistem hari ini hingga melahirkan generasi yang rusak, yang tak bermoral, tak beretika, dan yang paling menyedihkan mereka tak memiliki hati sampai tega berbuat kejam menghabiskan nyawa orang tuanya sendiri. Negara abai terhadap tugas dan kewajiban untuk melayani rakyat, remaja saat ini hanya dijadikan tumbal untuk mendapatkan keuntungan, tapi negara tidak pernah memikirkan kewajiban memberikan pemahaman agama serta mendidiknya sesuai standar syariat Islam jadi wajar saja jika di negara ini banyak melahirkan generasi perusak.
Pemahaman agama Islam dilupakan padahal ini adalah tugasnya negara yaitu mendidik dan memberikan pemahaman agama Islam kepada rakyatnya terutama remaja karena yang mereka butuhkan adalah pemahaman Islam. Menyadarkan jati diri seorang muslim dan arti kehidupan di dunia agar remaja punya pegangan dalam hidup serta membentengi dirinya dari berbagai problematika kehidupan remaja sehingga tidak mudah terbakar hawa nafsu, inilah pentingnya kita memiliki pemimpin yang mengerti dan memahami syari'at Islam secara kafah.
Dari Sisi Aqidah. Islam tidak mengenal pemisahan agama dari kehidupan. Seluruh aspek hidup diatur oleh syariah.
Allah SWT berfirman:
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ تِبْيَٰنًا لِّكُلِّ شَىْءٍ
Kami turunkan al-Quran untuk menjelaskan segala sesuatu (TQS an-Nahl16: 89).
Sistem saat ini telah menjauhkan Generasi remaja dari nilai-nlai ideologi Islam, kehidupan yang hedonis dan perkembangan teknologi, membuat mereka semakin tak mengenal jati diri islam yang sesungguhnya. Padahal sejatinya jika pemahaman ideologi Islam diberikan sejak dini mereka akan menjadi generasi yang tangguh dan mandiri serta mampu menjadi pedobrak kebangkitan bangsa. Semangat yang gigih, pantang menyerah dan berjiwa besar, serta memiliki berbagai inovasi dan kreativitas dan juga berperan aktif untuk kebangkitan umat.
Bagi generasi muda marilah bangkit dan bergerak untuk melakukan perubahan sesuai dengan standar syariat Islam dan hiduplah sebagaimana Allah mengatur mu, serta sampaikanlah dakwah hingga ke penjuru dunia, demi tegak dan kembalinya kehidupan Islam diatas muka bumi, untuk mendapatkan kehidupan yang abadi kelak diakhirat dan ridho Allah Swt di dunia.
Allahu'alam bish-shawab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar