Menjemput Asa untuk Palestina


Ilustrasi Pinterest
Oleh. Maftucha S. Pd
(Anggota Aliansi Penulis Rindu Islam) 

MediaMuslim.my.id, Opini_ Bunyi mesiu masih menggelegar, menjemput para syuhada untuk pulang. Guntur bisa lenyap tatkala hujan menghilang. Namun, mesiu ini takkan hilang karena mulut dan tangan kalian diam. Sampai kapan derita bayi-bayi tidak berdosa ikut menanggung penderitaan. Penderitaan yang tiada ujung. Wahai umat mereka menunggu marahmu, menunggu tentara dan senjata kalian melenyapkan penjajah perampas kebebasan.

Palestina

Palestina, tempat di mana seluruh bentuk penderitaan berkumpul, perang yang tiada berakhir, kelaparan, penindasan, penyiksaan, kematian, kehancuran, semua ada di Palestina. Pilu rasanya menyaksikan bayi dan anak-anak tidak berdosa menjadi korban kebengisan zionis Israel.

Palestina layaknya makanan yang diperebutkan, menjadi mangsa binatang buas yang kelaparan. Namun, dunia seolah tidak ada, penguasa muslim diam seribu bahasa, takut kehilangan harta dan nyawa. 

Israel dengan pongah berkata akan mengungsikan 1,86 juta warga Gaza dalam waktu tujuh tahun. Sungguh perbuatan bodoh dan lucu, di mana penjajah mendapat tempat me-genosida warga pribumi dan di amin-kan penonton di seluruh dunia. 

Rakyat Palestina adalah pemilik sah Gaza dan seluruh wilayah yang ada di sana. Mereka telah tinggal selama puluhan tahun bahkan ratusan tahun sejak kakek buyutnya melahirkan mereka di sana. Lalu tiba-tiba kaum penjajah datang dan mengatakan Tuhan kami telah mengatakan dalam al-Kita bahwa Palestina adalah wilayah kami! Dan kemudian memberondong rakyat Palestina dengan berbagai macam senjata. 

Jika Bangsa Eropa, Asia, atau Amerika mendapati penjajah seperti Israel, merebut tanah dan membunuh orang-orang yang ada di sana? Apakah itu bisa dibenarkan? Kalian pasti juga akan marah dan membalas kekejaman mereka. 

Palestina Saat ini 

Meskipun gencatan senjata sudah berlangsung sejak oktober 2025 lalu. Namun, hingga kini Gaza tetap menjadi tempat yang mencekam. Israel bahkan terus melakukan serangan dan membunuh warga Gaza. Rakyat Gaza bahkan terus dihantui serangan Israel yang memaksa mereka terus mengungsi tanpa tujuan yang pasti. 

Hingga kini Israel telah menguasai 60 persen wilayah Gaza. Sedangkam warga Gaza hanya tersisa 40 persen saja. Itupun mereka tidak bisa hidup secara layak. Data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menunjukkan bahwa warga Gaza mengalami krisis yang mengkhawatirkan. 

Sebagian besar 2,1 juta warga Gaza harus hidup di pengungsian tanpa pemenuhan kebutuhan dasar yang memadai (metrotvnews, 09/09/2026) Pihak Israel sendiri mengatakan bahwa mereka akan menguasai sepenuhnya Gaza dan mengusir warga Gaza.

Dunia, Sampai Kapan? 

Dunia tahu bagaimana sejarah pencaplokan Israel atas tanah Palestina. Akan tetapi, PBB yang saat itu dianggap sebagai pengadilan dunia justru bertindak tidak adil kepada rakyat Palestina. Israel yang semula hanya imigran kemudian merencanakan penguasaan atas tanah warga. Mereka secara pelan dan pasti membeli tanah milik warga dengan cara-cara yang manipulatif.

Semakin lama jumlah mereka semakin banyak dan berani melakukan pengusiran dan pembunuhan kepada rakyat Palestina. Hingga akhirnya pada 29 November 1947 PBB mengeluarkan Resolusi 181 yang membagi Palestina menjadi two nation states (Republika.id/02/10/2024)

Pembagian ini tentu saja melanggar kedaulatan, bagaimana mungkin penjajah justru diberikan tempat di tanah milik orang lain! Apalagi dalam pembagian tersebut Israel mendapatkan 56 persen tanah Palestina, sedangkan rakyat Palestina yang jumlah populasinya 67 persen hanya diberikan tanah sebesar 43 persen saja.

Menunggu Kesadaran Umat

Penindasan yang berlangsung ratusan tahun ini seolah tidak menemui ujung kesudahannya, padahal peristiwa memilukan ini diliput seluruh media, setiap pasang mata bisa melihat bagaimana kekejaman tentara Israel terhadap warga Palestina. 

Namun, apa yang terjadi? Semuanya sama, umat Islam seolah-olah tidak tahu menahu urusan saudaranya. Bahkan wilayah yang hanya dipisahkan oleh lautan juga tidak peduli. Kemarahan umat Islam sebenarnya sudah di atas ubun-ubun. Tapi, apa yang bisa mereka lakukan? 

Umat dan Penguasa Muslim

Wahai umat, sesungguhnya kemarahan kalian harus kalian wujudkan dalam bentuk penyadaran kepada penguasa, bahwa umat Islam adalah umat yang terbaik, umat yang dulu pernah memimpin peradaban manusia. 

Sesungguhnya yang bisa menghentikan kekejaman Israel hanyalah Jihad. Jihad adalah kewajiban atas umat Islam ketika orang-orang kafir memusuhi umat Islam.

Namun, jihad hanya bisa dilakukan jika Khilafah telah tegak. Di bawah komando Khalifah, umat akan menyingkirkan musuh-musuh Islam. Seperti yang terjadi pada Palestina dan umat Islam di belahan dunia yang lain seperti muslim di Nepal, China, Sudan, dan seterusnya. 

Upaya ini akan mendapatkan perlawanan dari orang-orang kafir. Namun sebagai muslim kita harus yakin bahwa ini adalah lahan dakwah yang dibalas dengan pahala yang besar. Kita juga harus meyakinkan kepada umat bahwa Khilafah adalah kebutuhan bagi umat, karena hanya Khilafah yang mampu menerapkan Islam secara sempurna dan menjaga kehormatan umat Islam. Wallahu a'lam bishawab