Tahanan Palestina Membutuhkan Perisai

Oleh Ummu Ghoza

Peringatan Hari Tahanan Palestina pada 17 April 2026 digambarkan oleh organisasi hak asasi manusia sebagai “paling berbahaya". Betapa kejamnya Zionis Israel, sejumlah 9.600 warga Palestina dan Arab masih dalam kungkungan penjara Israel. 

Sudah lama warga Palestina ditahan Israel. Walaupun banyak dari penduduk Palestina yang ditahan, spirit jihad warga Palestina tidak pernah padam bahkan makin membara untuk mempertahankan tanahnya. Selain itu makin besar pula dukungan dari dunia internasional.

Aksi protes terhadap tahanan Palestina sekaligus protes pada rencana undang-undang baru Israel yang mengatur hukuman mati bagi pelaku serangan mematikan yang diadili pengadilan. Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di Rotterdam, Belanda, dalam rangka memperingati Hari Tahanan Palestina.

Ribuan warga Palestina turun ke jalan dalam peringatan Hari Tahanan. Aksi ini menyoroti nasib ribuan tahanan yang masih berada di penjara Israel. Massa juga menolak kebijakan hukuman mati yang dinilai kontroversial (antaranews.com,17/4/2026).

Sejak 1967, diperkirakan 1 juta (sekitar 20%) warga Palestina pernah ditahan Zionis. Saat ini, dari 9.600 warga Palestina ditahan oleh Zionis. Kondisi rakyat Palestina di penjara Zionis sangat mengenaskan, mereka diperkosa, dipukuli, disiksa, dilaparkan, bahkan hingga meninggal dunia. 

Penjajahan Zionis ke Palestina merupakan proyek imperialisme global yang bermuara pada kapitalisme. PBB hanya sebagai alat yang terlihat baik dari luar tapi sejatinya tidak tidak mau melindungi umat Islam yang terjajah. Begitu juga HAM buatan Barat tidak mampu membela.

Oleh karena itu, tidak cukup protes atau kecaman dari dunia untuk membebaskan Palestina dari penjajahan.Kita tidak perlu berharap pada sistem sekuler kapitalisme saat ini yang menjadikan warga Gaza sering dibom dan para tawanan sering disiksa. Nauzubillah.

Sejatinya derita Palestina tak kunjung berakhir semenjak Khilafah Islamiyyah tidak ada. Oleh karena itu , hanya dengan tegaknya Khilafah Islamiyyah yang sesuai metode kenabian merupakan satu-satunya solusi tuntas untuk pembebasan Palestina. Inilah institusi, janji Allah yang mempunyai kekuatan global, dan berwenang karena diwajibkan syariat untuk menyatukan pasukan dengan jihad fisabilillah membebaskan Palestina. Serta mengusir zionis ini dari tanah suci yang diberkahi. Karena khilafah merupakan perisai.

Sebagaimana sabda Nabi saw.

Sungguh imam (khalifah) adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR Muslim)

Saatnya mengganti sistem kapitalisme dengan sistem Islam. Mengembalikan kehidupan Islam seperti yang dicontohkan Rasulullah dengan menerapkan syariat kaffah. Sehingga seluruh umat muslim bersatu dengan kepemimpinan yang satu di bawah panji daulah khilafah. Yang siap menjadi perisai agama dan umat, khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang telah lama disiksa. Wallahu a‘lam bi ash-shawab. []