Oleh Hafizah
Mendapatkan jaminan pangan merupakan salah satu harapan masyarakat Indonesia. Untuk mewujudkan itu, pemerintah memiliki berbagai program, salah satunya program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran saat ini yang banyak diperbincangkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para pelajar di Indonesia.
Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi para pelajar selama menjalani aktivitas di sekolah. Adanya program ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi generasi muda mulai menjadi salah satu fokus untuk membangun peningkatan sumber daya manusia.
Usia remaja merupakan tahap yang penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan seseorang. Pada usia ini, remaja tidak hanya mengalami perubahan fisik, tetapi juga perkembangan kemampuan berpikir, belajar, dan bersosialisasi. Oleh karena itu, kondisi kesehatan yang baik menjadi faktor yang sangat memengaruhi kualitas pendidikan mereka.
Remaja yang memiliki asupan gizi yang cukup cenderung lebih mampu berkonsentrasi dalam belajar, mengikuti kegiatan sekolah lebih aktif serta mengembangkan potensi diri secara optimal. Sedangkan bagi remaja yang tidak terpenuhi gizinya dengan baik maka akan sulit dalam menjalankan aktivitas belajar mereka.
Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan oleh pemerintah saat ini memiliki tujuan yang baik salah satunya adalah memenuhi gizi generasi muda di Indonesia. Meskipun program ini memiliki tujuan yang baik, pelaksanaannya tetap perlu diperhatikan lebih detail.
Pemenuhan gizi tidak hanya tentang makanan yang tersedia dan cukup untuk seluruh remaja yang ada di Indonesia saja, tetapi juga harus memerhatikan kebersihan, kesesuaian menu dengan kebutuhan gizi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan. Hal yang paling penting adalah kualitas makanan yang dibagikan. Jika hal ini tidak diperhatikan dengan baik maka akan merugikan berbagai pihak terutama remaja yang mengosumsi makanan tersebut.
Sayangnya, banyak sekali sekolah yang mengalami kasus keracunan yang diduga berasal dari MBG yang dikonsumsi oleh para siswa. Berdasarkan laporan Tempo terhitung mulai 12 Agustus hingga 18 September 2025 kasus keracunan di berbagai sekolah sedikitnya telah menyebabkan 978 siswa dirawat di rumah sakit dengan gejala yang bermacam-macam. Mulai dari diare, muntah-muntah, gatal-gatal, bengkak di wajah, pusing, hingga sesak nafas.
Inilah yang membuat masyarakat semakin percaya bahwa kebijakan MBG ini tidak lagi bisa dipercaya untuk memenuhi gizi pertumbuhan dan perkembangan remaja. Padahal, kondisi kesehatan yang menyeluruh sangat berdampak pada kemampuan remaja dalam menjalani aktivitas belajar serta mengembangkan potensi diri mereka di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, kualitas makanan bahkan lebih penting diperhatikan daripada kuantitas pemenuhan di setiap sekolah yang ada pada setiap daerah.
Banyaknya kasus keracunan pada program Makanan Gizi Gratis ini merupakan akibat dari kurangnya perhatian kualitas dan kebersihan makanan. Hal ini menunjukkan bahwa program ini masih memiliki banyak kekurangan yang perlu perbaikan secepatnya.
Jika hal-hal seperti kelayakan dan keamanan seperti ini belum terpenuhi maka tujuan untuk meningkatkan kesehatan pelajar justru dapat berbalik menjadi risiko yang fatal bagi mereka. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan perhatian yang lebih ketat juga evaluasi yang menyeluruh serta tanggung jawab yang serius dari pihak yang berwenang agar program ini tidak hanya berjalan tetapi juga benar-benar aman dan bermanfaat bagi pertumbuhan remaja.
Memberikan jaminan pangan sejatinya memang tanggung jawab negara. Hanya saja, ini harus didukung dengan sistem lain yang sesuai syariat Islam. Negara tidak boleh menjadikan pajak sebagai sumber pendapatan negara. Sebab, masih banyak jalan lain yang dijelaskan dalam Islam terkait pendapatan negara. Jika negara mau mengurus rakyat berdasarkan syariat Islam, maka jaminan pangan akan mudah diwujudkan tanpa harus mengalami kejadian yang menyakitkan seperti kasus yang terdapat dalam sistem kapitalisme. Wallahu a'lam bishawab. []

Social Plugin