Menghadirkan Kepemimpinan yang Amanah


Ilustrasi Pinterest
 Oleh : Elis Irma Ratnasari

MediaMuslim.my.id, Opini_ Tragedi laka kereta di Bekasi masih menyimpan duka. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka luka. Komite Pembiayaan Perkeretaapian MTI, Handy Purnama menduga penyebab pasti kecelakaan kereta, di Stasiun Bekasi Timur, akibat gangguan pada sistem persinyalan. Selain itu, Handy juga menyoroti kemungkinan faktor lain seperti dugaan kelalaian.

Di era teknologi yang semakin canggih dan pengaturan sistem kereta yang semakin tertata, patut diperhatikan untuk menjalankan itu semua butuh pada kepemimpinan yang amanah. Sebagai contoh, ketika Presiden yang akan melewati jalan umum maka semua protokol keselamatan dan kelancaran perjalanan sang Presiden akan sangat diperhatikan. Seharusnya, keseriusan pelayanan seperti itu juga hadir didalam moda transportasi umum yang melayani masyarakat.

Dalam pandangan Islam, menjaga kehidupan manusia adalah salah satu tujuan utama syari'at. Allah Ta'ala berfirman :

وَمَنۡ اَحۡيَاهَا فَكَاَنَّمَاۤ اَحۡيَا النَّاسَ جَمِيۡعًا ؕ

Artinya: Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. (QS Al Maidah : 32)

Al Qur'an jelas menegaskan ini, bahwa begitu pentingnya menjaga keselamatan satu orang manusia. Satu orang manusia ini tidak terbatas pada seorang Presiden saja, tapi juga pada rakyat yang dipimpinnya. Keseriusan dalam pelayanannya harus dianggap sama, tidak boleh ada perbedaan.

Bahkan, Umar bin Khattab pernah menangis karena ada seekor keledai yang terjatuh di jalanan Baghdad.  Ini adalah bukti begitu besarnya ketakutan Umar terhadap amanah yang diembannya, ia takut akan pertanggung jawaban di hadapan Allah Ta'ala. Umar sangat khawatir jika jalan yang rusak atau karena kelalaiannya menyebabkan rakyat atau hewan yang melintasinya celaka.

Kepemimpinan amanah seperti Umar ini juga hadir sampai tatanan kepemimpinan bawahnya. Itulah kepemimpinan yang dilahirkan oleh sistem Islam, ia mampu melahirkan generasi terbaik yang mampu menjalankan amanah dengan modal ketaqwaan kepada Allah Ta'ala.

Modal ini sebagai landasan yang paling kuat dalam membangun karakter kepemimpinan, karena dimanapun dan kapanpun ia akan selalu hadir. Bukan semata karena takut manusia atau atasan, yang karakter amanahnya hanya diwaktu tertentu saja.

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam mengingatkan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas amanahnya (HR Bukhari Muslim). Dalam konteks ini, amanah itu mencakup keselamatan jutaan warga yang menggunakan moda transportasi umum. Keselamatan publik adalah fardu kifayah yang harus dilaksanakan melalui sistem yang terintegrasi.

Negara tidak hanya hadir sebagai pemberi aturan, tetapi juga harus menjadi perancang dan penjaga sistem keselamatan. Tragedi laka Bekasi harus bisa jadi titik balik untuk membangun sistem yang lebih adil, lebih aman, dan lebih amanah. Transportasi yang aman bukan hanya dari hasil teknologi, tetapi wujud nyata dari sistem yang menjaga amanah dan keadilan.