Hardiknas: Dunia Pendidikan semakin Buram


Ilustrasi Pinterest
Oleh Siti Aminah  aktivitas muslimah kota Malang

MediaMuslim.my.id, Opini_ Tiap tahun Hari Pendidikan Nasional dirayakan, nyatanya dunia pendidikan makin buram dan Memprihatinkan, banyak kasus kriminalitas dilakukan oleh pelajar, nilai moral dan kualitas intelektual menurun. 

Praktik kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) muncul lagi di tahun 2026. Setiap tahunnya kecurangan terus bermunculan. Kecurangan tidak hanya disebabkan faktor individu. Ada kombinasi antara lemahnya integritas dan keberadaan sindikat.

“Kecurangan terjadi karena belum muncul sikap jujur dan percaya diri,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ifan Iskandar di UNJ, Kamis 23 April 2026. Medcom.id (23/04/2026) 
Kasus kecurangan dalam ujian, maraknya joki UTBK, dan budaya plagiat terjadi merata di semua lembaga pendidikan.

Pelajar juga melakukan pembunuhan dan pengeroyokan. 
Pelajar di Bantul Tewas Dikeroyok lalu Dilindas, 2 Pelaku Ditangkap, 5 Buron.polisi menangkap dua dari lima pelaku pengeroyokan terhadap seorang pelajar bernama Ilham Dwi Saputra (16 tahun) di Jalan Banyu Urip, Caturharjo, Pandak, Kabupaten Bantul. Dwi sempat dirawat lalu dinyatakan meninggal di rumah sakit akibat luka yang dideritanya. Surabaya, Kompas (24/04/2026)

Pelajar juga menjadi pelaku dan pengedar narkoba di kalangan anak sekolah dan mahasiswa juga bertambah banyak,prilaku pelajar menghina guru, atau memenjarakan guru karena memarahi atau menghukum siswa juga makin berani.

Seharusnya peringatan hardiknas menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk memperbaiki kembali kondisi buruk dunia pendidikan hari ini, pemisahan agama dari kehidupan,kehidupan yang liberal yang dilindungi HAM merupakan kegagalan implementasi arah atau peta jalan pendidikan sehingga menghasilkan pelajar yang krisis kepribadiannya, yaitu cenderung sekuler, liberal, dan pragmatis, sehingga jauh dari predikat kaum intelektual yang beradab dan bermoral.

Sistem pendidikan sekuler kapitalistik menghasilkan output orang-orang yang ingin sukses instan tanpa mau berusaha secara serius, juga orang-orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang dalam jumlah besar. Biaya pendidikan yang mahal, kurikulum yang tidak terarah sehingga mereka mencari cara instan untuk cepat selesai. 

Longgarnya sanksi negara bagi pelaku pelajar (mayoritas masih di bawah umur) sehingga menoleransi kriminalitas yang dilakukan sebagai kenakalan anak semata. Minimnya pendidikan nilai-nilai  agama yang benar dalam pendidikan sekuler, memperlebar ruang kebebasan yang akhirnya mengikis moral dan kepribadian, bahkan mudah terseret pada tindak kejahatan dan kemaksiatan.

Dalam Islam, pendidikan merupakan hal penting dan mendasar yang wajib dijamin pemenuhannya oleh negara. Asas akidah pada sistem pendidikan Islam menghasilkan insan kamil yang cerdas sekaligus bertakwa sehingga tidak melakukan kecurangan demi meraih kesuksesan. 

Sistem pendidikan Islam yang kaffah (komprehensif/menyeluruh) adalah sebuah pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan seluruh aspek ajaran Islam dalam kurikulum, metode, dan lingkungan pendidikan untuk membentuk kepribadian muslim yang utuh. Ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter berdasarkan iman dan takwa.

Landasan Utama pendidikan dalam sistem ini bersumber pada Al-Qur'an, Al-Sunnah, serta ijtihad, yang bertujuan mengembangkan potensi dasar (fitrah) manusia agar berakhlak mulia.Kurikulumnya tidak memisahkan antara ilmu agama dan ilmu umum. Keduanya diintegrasikan untuk membangun aqidah Islam sebagai kerangka berpikir.

Tujuan Pendidikan Membentuk kepribadian Islam (pola pikir dan pola sikap) yang konsisten (istiqomah) dalam menerapkan Islam di seluruh sendi kehidupan (sosial, politik, ekonomi). Pendidikan berfokus pada pembinaan kepribadian muslim secara menyeluruh, yang mencakup aspek ruhiyah, intelektual, dan akhlak.

Sistem pendidikan ini idealnya didukung oleh negara yang memfasilitasi akses pendidikan luas tanpa bergantung pada utang luar negeri atau swasta.

Pendidikan Islam fokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah Islamiyah) dimana pelajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikapnya.lslam menerapkan sistem sanksi yang tegas bagi para pelaku kejahatan termasuk pelajar apalagi setelah baliq maka penerapan hukuman nya sama seperti orang dewasa. 

Negara Islam akan membangun suasana hidup yang penuh ketakwaan dan mendorong setiap orang untuk berlomba dalam amal kebaikan.Sinergi pendidikan dalam keluarga, lingkungan dan sistem pendidikan Islam yang diterapkan oleh negara harus berpijak pada aqidah dan syariat Islam.