Wibawa Guru Direndahkan : Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik



Oleh Ida Paidah, S.Pd.



MediaMuslim.my.id, Opini_ Peristiwa memprihatinkan kembali mencoreng dunia Pendidikan. Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa menunjukkan sikap yang tidak pantas terhadap seorang guru di dalam ruang kelas. Dalam rekaman tersebut, para siswa terlihat mengejek hingga melakukan gestur acungan jari tengah yang dinilai melecehkan sosok yang seharusnya dihormati.  

Sang guru memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan tetap mengutamakan pendekatan persuasif dalam mendidik anak didiknya tersebut. Penyelesaian konflik ini dilakukan melalui pertemuan yang melibatkan pihak sekolah, orang tua siswa, serta guru yang bersangkutan sebagai langkah pembinaan karakter. 

Peristiwa serupa yang terus berulang, teguran yang tidak membuat efek jera bagi para pelaku. Menjadi pertanyaan besar bagi kita, ada apa dengan dunia pendidikan saat ini? Ketika wibawa guru direndahkan, sejatinya yang runtuh bukan hanya sosoknya, tetapi pilar peradaban itu sendiri.

Pelecehan terhadap sosok guru, merupakan cerminan krisis moral di kalangan para pelajar akibat sistem pendidikan sekuler  yang mengabaikan adab kepada guru. Pendidikan sekuler, pemisahan nilai  agama dari nilai kehidupan semakin tampak jelas dalam sosial kehidupan masyarakat saat ini, terlebih di kalangan anak-anak remaja. Nilai agama dicukupkan pada perkara  ibadah individu dengan tuhannya, sedangkan perkara sosial disandarkan pada aturan kesepakatan lingkungan.

Seringkali tindakan mengolok-olok dilakukan demi konten atau pengakuan di media sosial. Siswa lebih mementingkan viral dan validasi di mata teman sebaya daripada menjaga martabat guru.  Hilangnya rasa hormat siswa dan normalisasi perilaku tidak sopan  merupakan krisis serius yang menggerogoti adab dan arah pendidikan.

Candaan yang dilakukan oleh para pelajar terhadap para guru bukan sekedar  kenakalan remaja,                menyiratkan pada kita bahwa pendidikan karakter yang menjadi unggulan kurikulum saat ini belum mampu menghasilkan pribadi-pribadi unggul bagi para siswa .

Kejadian ini sebagai bukti lemahnya wibawa guru di hadapan para siswa. Mereka berani melakukan hal tersebut, apakah karena sanksi sekolah selama ini terlalu lembek atau keadaan guru yang dibuat tidak berdaya pada siswanya karena takut dituntut jika menegurnya.

Dalam  Islam, guru diposisikan sebagai sosok mulia mendapatkan penghargaan tinggi dan penghidupan yang sangat layak dari negara, wibawa mereka terjaga di mata murid dan masyarakat. Sistem Pendidikan dalam Islam tidak dipisahkan dari nilai agama. Kurikulum yang ada dibangun berlandaskan akidah Islam agar supaya mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam, yaitu pola pikir dan pola sikap yang sesuai syariat.

Peran negara begitu pun sekolah harus  menerapkan sistem sanksi yang memberikan efek jera yang nyata namun tetap adil sesuai syariat. Sanksi berfungsi sebagai penebus dosa bagi pelaku dan pencegah bagi orang lain agar tidak melakukan hal serupa.
Islam mengajarkan untuk memuliakan, menaati, dan bersikap tawadhu’ (rendah hati) kepada guru untuk mendapatkan keberkahan. 

Guru sering disebut sebagai pewaris nabi (warasatul anbiya) karena perannya menyebarkan ilmu. Mereka tidak hanya mengajar (mu’allim), tetapi juga mendidik (murabbi), membimbing (mursyid), dan memberi teladan (qudwah) . Guru dimuliakan karena ilmunya mendekatkan manusia kepada Allah.  Mengantarkan manusia dari kegelapan kebodohan menuju cahaya keimanan dan pengetahuan.

Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, bahkan semut di dalam sarangnya serta ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. (HR. Tirmidzi).

Guru merupakan perantara Allah SWT dalam menyampaikan ilmu kepada kita. Ilmu yang diajarkan oleh guru tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat. Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada guru-guru kami, limpahkanlah pahala atas segala ilmu yang mereka ajarkan, dan jadikanlah mereka penghuni surga-Mu. Aamiin.