Ilustrasi Pinterest
Oleh: Nita Nur Elipah
(Penulis lepas)
MediaMuslim.my.id, Opini_ Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara terbuka menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Putra dari Ayatullah Ali Khamenei itu menegaskan, bahwa ketahanan Iran di tengah tekanan internasional telah menjadikan Teheran sebagai sumber inspirasi bagi bangsa-bangsa lain di dunia.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Mojtaba menekankan bahwa strategi "perlawanan" yang diusung Iran berhasil mematahkan dominasi Barat dan sekutunya, sekaligus memperkuat posisi tawar Iran di panggung global.
“Iran telah membuktikan bahwa kekuatan iman dan kemandirian mampu mengalahkan kekuatan materialistik. Hari ini, dunia melihat Iran bukan hanya sebagai negara yang bertahan, tetapi sebagai mercusuar inspirasi bagi mereka yang mencari keadilan,” ujar Mojtaba Khamenei dalam sebuah forum di Teheran.
(mediaindonesia.com. Jum'at, 10/4/2026)
Sungguh luar biasa, keteguhan Iran patut kita apresiasi. Karena selama ini kita melihat bahwa AS dan Israel adalah negara adikuasa yang tidak terkalahkan. Tapi nyatanya ada negara yang berani dengan gagah melawan secara tegas karena mereka tidak mau tunduk pada hegemoni AS.
Kita memang patut mengapresiasi Iran atas keberaniannya, namun ada hal penting yang harus kita pahami bahwa dalam dunia yang diatur oleh sistem kapitalisme hari ini tidak ada negara yang bersekutu dan bermusuhan secara permanen,tapi yang ada adalah kepentingan abadi.
Begitupun dengan Iran, mereka melawan AS dan Israel sejatinya hanya untuk kepentingan negara mereka sendiri. Iran meminta AS untuk menyepakati 10 poin proposal dari Iran di antaranya:
1. AS harus berkomitmen, pada prinsipnya, untuk menjamin non-agresi
2. Kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz
3. Hak pengayaan uranium Iran harus diterima
4. Pencabutan semua sanksi utama
5. Pencabutan semua sanksi sekunder
6. Pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB
7. Pengakhiran semua resolusi Dewan Gubernur IAEA
8. Pembayaran kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan pada Iran
9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut
10. Penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam yang heroik di Lebanon
"Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan," jelas Trump
(detikNews. Jakarta. Rabu, 08/04/ 2026)
Ini artinya asas nya masih kepentingan negara Iran sendiri, bukan karena memperjuangkan Islam secara global secara hakiki dan melawan hegemoni AS di dunia agar runtuh dan digantikan oleh kepemimpinan Islam.
Artinya, kita butuh perjuangan hakiki untuk melawan hegemoni kapitalisme yang diemban oleh AS, yakni dengan persatuan umat Islam diseluruh dunia.
Namun saat ini umat Islam masih belum bersatu, bahkan para penguasa muslim di dunia justru berkhianat kepada kaum muslimin dan semakin melemahkan kesatuan umat.
Banyak di antara mereka yang enggan mengecam serangan AS-Israel karena ketakutan akan kehilangan kekuasaan. Mereka khawatir jika tidak mendukung AS, posisi mereka akan terancam seperti yang dialami oleh Mursi di Mesir atau Maduro di Venezuela.
Namun, mulai muncul kekecewaan di antara para pemimpin Teluk karena aset militer AS yang diharapkan bisa mengamankan mereka justru dipindahkan untuk kepentingan perlindungan Israel.
Seharusnya kaum muslimin terutama para penguasa negeri-negeri muslim sadar jika mereka hanya dimanfaatkan oleh AS untuk kepentingan mereka sendiri. Harus sadar juga bahwa ini adalah momen yang tepat karena ada potensi kesatuan negeri muslim bisa menjadi kekuatan global baru dan menggantikan hegemoni AS.
Maka sangat penting untuk membangun kesadaran umat bahwa kesatuan negeri muslim sangat urgen.
Dan kesatuan negeri muslim yang diikat dalam institusi Khilafah Islam akan mampu mengalahkan hegemoni negara adidaya kafir. Hanya khilafah Islam yang akan membebaskan penderitaan negeri-negeri muslim yang terjajah.Khilafah Islam dengan dakwah dan jihad akan membawa rahmat bagi dunia.
Wallahu a'lam bishshawab.
Social Plugin