Ilustrasi Pinterest
By : Ummu Al Faruq
MediaMuslim.my.id, Opini_ Kelompok pejuang Palestina, Hamas, menuduh Israel kembali melanggar perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza setelah serangkaian serangan yang menewaskan sedikitnya tujuh orang pada Sabtu, 11 April.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyebut serangan terbaru di kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah, sebagai “pembantaian mengerikan” setelah enam warga sipil dilaporkan tewas.
“Pendudukan Zionis melakukan pembantaian dengan membunuh enam warga sipil di kamp Bureij. Ini adalah kelanjutan dari perang genosida yang belum berhenti,” ujar Qassem, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 12 April 2026.
Sumber medis menyebutkan, serangan terjadi sebelum fajar dan menyasar kerumunan warga sipil. Selain korban tewas, sejumlah warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Di lokasi terpisah, seorang warga Palestina juga dilaporkan tewas dalam serangan di Beit Lahia, Gaza utara. Data tim medis mencatat total korban tewas sejak subuh hingga Sabtu siang mencapai tujuh orang.
Hamas mendesak negara-negara mediator dan penjamin gencatan senjata untuk segera mengambil langkah tegas. Qassem menegaskan bahwa Israel harus dipaksa menjalankan fase pertama kesepakatan, termasuk menghentikan seluruh pelanggaran sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Kementerian Luar Negeri Palestina turut mengutuk serangan tersebut dan menyerukan perlindungan internasional bagi warga sipil Palestina serta pemberian sanksi terhadap Israel.
Dalam pernyataannya, kementerian menyebut insiden di Bureij sebagai bagian dari agresi berkelanjutan terhadap rakyat Palestina.
Sejak konflik kembali memanas pada Oktober 2023, korban jiwa dilaporkan telah melampaui 72.000 orang, dengan lebih dari 171.000 lainnya mengalami luka-luka.
Meski gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah diberlakukan sejak Oktober tahun lalu, kekerasan dilaporkan masih terus terjadi. Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 749 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka sejak kesepakatan itu mulai berlaku.
Kesombongan dan Kebiadaban AS dan Israel
Indonesia menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mengambil langkah tegas guna memastikan akuntabilitas dan perlindungan bagi rakyat Palestina," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam keterangan resmi melalui akun X @Kemlu_RI, Rabu (1/4/2026).
Seruan itu seakan tak berarti karena bertolak belakang dengan sikap presiden Indonesia yang berpihak pada Amerika dan Israel dengan keikutsertaannya dalam Board of Peace yang notabene mendukung dalam ‘pemusnahan’ rakyat Palestina.
Padahal sikap yang semestinya dilakukan oleh pemimpin dengan penduduk muslim terbesar dunia ini adalah seruan jihad untuk mengusir penjajahan Isr43l yang dibeking oleh Amerika dari bumi Palestina.
Jadi seruan yang disampaikan oleh Kemlu tersebut sama sekali tidak memiliki pengaruh dan kekuatan apapun pada dunia. Dengan kata lain, seruan tersebut hanya sekedar lipstik agar terlihat ada keperdulian terhadap rakyat Palestina padahal hakikatnya tidak ada pengaruhnya sama sekali.
Lalu apa yang seharusnya dilakukan pemimpin Indonesia?
Tentu saja menunjukkan ketidakberpihakan pada para penjajah (AS dan Isr43l) yaitu dengan segera memutus hubungan dengan kedua negara tersebut dan keluar dari BoP.
Apalagi dengan disetujuinya hukuman mati oleh parlemen Israel bagi 10.000 tahanan palestina, jelas-jelas keputusan ini telah menunjukkan kebiadaban dan kesombongan Isr43l dan AS pada dunia.
Maka, mensikapi hal itu bukan dengan seruan atau kecaman tetapi harus dengan tindakan nyata. Apa artinya seruan dan kecaman bagi para penjajah kelas kakap macam Israel dan AS.
Untuk menunjukkan ketidakberpihakan pada para penjajah (AS dan Isr43l) seharusnya Indonesia mengambil sikap untuk tidak lagi mengikuti arahan AS.
Sebenarnya dengan segala potensi yang dimiliki Indonesia yaitu berupa sumber daya alam yang berlimpah dan sumber daya manusia yang besar, Indonesia mampu untuk mengusir antek-antek asing yang bercokol di bumi Indonesia dan mulai mengelola sumber daya alam secara mandiri dan tidak lagi mengikuti arahan AS dan bergantung padanya.
Apalagi hari ini sistem kapitalisme sedang menunjukkan wajah aslinya lewat pemimpin AS yaitu keserakahan, ketamakan dan keangkuhan dengan terus menganeksasi Palestina dan negara-negara timur tengah lainnya.
Penerapan sistem ini juga telah menyebabkan kesenjangan ekonomi yang sangat menganga antara si kaya si miskin. Lalu dengan banyaknya kerusakan dan kesengsaraan yang telah ditimbulkan oleh sistem yang diusung oleh AS ini, masihkah umat berharap kebaikan pada sistem ini?
Cukup Khilafah sebagai Solusi
Nah, kembali lagi pada persoalan Palestina, Islam memiliki solusi untuk menyelesaikan penjajahan di Palestina yaitu dengan jihad dibawah komondo kepemimpinan Islam (Khilafah Islamiyah).
Untuk kesekian kalinya diingatkan bahwa untuk mengusir Isr43l dan AS dari bumi Palestina bukan dengan perundingan atau kesepakatan apapun apalagi hanya sekadar seruan.
Menghadapi mereka harus dengan cara mengangkat senjata untuk menghentikan kebiadaban dan kekejaman mereka. Mereka seperti binatang yang tidak mengerti bahasa manusia. Mereka hanya mengerti bahasa perang, maka jihad adalah solusinya.
Sudah saatnya umat Islam bersatu untuk berjuang mengadakan kembali kepemimpinan Islam. Hilangkan segala perbedaan yang bersifat cabang dan segera untuk menegakkan syariat dalam naungan Khilafah.
Allah Swt sudah mengingatkan kaum muslimin agar memerangi orang kafir yang memerangi karena urusan agama dan mengusir kaum muslimin dari kampung halaman:
اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقٰتَلُوْنَ بِاَ نَّهُمْ ظُلِمُوْا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ عَلٰى نَـصْرِهِمْ لَـقَدِيْرُ
“Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Maha Kuasa menolong mereka itu,” (QS. Al-Hajj 22: Ayat 39)
Dan firman Allah Swt:
فْعُ اللّٰهِ النَّا سَ بَعْضَهُمْ بِبَـعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَا مِعُ وَبِيَعٌ وَّصَلَوٰتٌ وَّمَسٰجِدُ يُذْكَرُ فِيْهَا اسْمُ اللّٰهِ كَثِيْرًا ۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ
“(yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar hanya karena mereka berkata, “Tuhan kami ialah Allah.” Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.” (QS. Al-Hajj 22: Ayat 40).
Perintah ini jelas dan tegas mewajibkan kaum muslimin agar memerangi dan mengusir orang kafir yang memerangi dan mengusir karena urusan agama dan mengusir dari kampung halaman. Dan fakta ini terlihat nyata pada rakyat Palestina saat ini.
Maka, sikap yang harus segera dilakukan oleh seluruh kaum muslimin termasuk Indonesia saat ini adalah memerangi dan mengusir para penjajah yaitu Isr43l dan AS dari bumi Palestina dibawah satu komando Khilafah Islamiyah.[]
Wallahu'alam bishowab.
Social Plugin