Bencana Pohon Tumbang Berulang, Islam Solusinya


Ilustrasi Pinterest
Oleh Nining Sarimanah 
Aktivis Muslimah

MediaMuslim.my.id, Opini_ Kota Bandung dibayangi ancaman pohon tumbang selama periode Maret hingga April 2026. Untuk itu, pemerintah Kota Bandung meningkatkan langkah mitigasi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda selama musim pancaroba. (TribunJabar.id, 10/4/2026)

Hujan lebat disertai angin kencang menjadi ancaman serius. Pasalnya, pada tahun ini kejadian pohon tumbang naik signifikan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, tercatat hingga Maret 2026 terdapat 32 kejadian saat hujan angin dengan 28 di antaranya berupa pohon tumbang. 

Bencana pohon tumbang tidak boleh dianggap remeh, selain mengganggu arus lalu lintas juga menyebabkan korban jiwa seperti yang menimpa seorang pengemudi mobil Suzuki Carry yang tewas sebab tertimpa pohon tumbang di Jalan Bojong Raya Caringin, Kota Bandung, pada Jumat siang, 3 April 2026.

Karena itu, fenomena berulangnya peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan apakah pohon tumbang semata karena cuaca ekstrem atau ada problem lain terkait penataan kota yang dijalankan pemerintah daerah tidak ramah lingkungan?

Menelisik Akar Masalah 

Salah satu faktor yang menyebabkan pohon tumbang adalah kondisi pohon yang terlalu rimbun sehingga sangat rentan roboh saat diterjang angin kencang. Untuk mengatasi itu, BPBD bersama dinas terkait secara rutin melakukan pemangkasan dan pemeliharaan. Akan tetapi, tingginya frekuensi kejadian, menunjukkan usaha itu belum sepenuhnya efektif.

Menurut Prakirawan BMKG Aris Krisna Ningsih hujan lebat disertai angin kencang dipengaruhi aktivitas atmosfer seperti gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin, serta peralihan Monsun Asia ke Australia. Keadaan ini mendorong terbentuknya awan konvektif intens sehingga memicu hujan lebat dan angin kencang. Bahkan kecepatan angin di Bandung mencapai 40 km/jam. Meskipun demikian, menurut Aris kondisi tersebut masih terkategori normal. Artinya, cuaca ekstrem menjadi faktor pemicu langsung, namun tidak sepenuhnya menjelaskan tingginya kejadian pohon tumbang. 

Di sisi lain, ada beberapa faktor teknis yang turut menyumbang pohon tumbang misalnya keterbatasan ruang akar akibat pembangunan, minimnya perawatan, dan keterlambatan peremajaan pohon.sehingga pohon yang tua dan rindang menjadi mudah tumbang. 

Di luar faktor teknis dan cuaca, persoalan yang paling mendasar terletak pada tata kota Kota Bandung sendiri, betonisasi di kawasan perkotaan melemahkan daya dukung tanah terhadap pohon. Permukaan tanah yang tertutup beton menghambat penyerapan air dan pertumbuhan akar akibatnya pohon mudah tumbang saat hujan dan angin kencang. 

Di samping itu, berkurangnya ruang terbuka hijau akibat makin intensifnya pembangunan nurut memperparah kondisi perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem. Minimnya ruang serapan air dan serta meningkatnya suhu perkotaan juga memperbesar tekanan terhadap pohon. 

Semua itu berakar pada kebijakan pembangunan bercorak kapitalistik yang telah mengabaikan lingkungan dan merugikan masyarakat. Kebijakan alih fungsi lahan menjadi pemukiman, gedung-gedung, serta tempat wisata, juga betonisasi berdampak menurunkan kemampuan tanah menyerap air.

Mirisnya, alih-alih menghentikan alih fungsi lahan dan pembangunan, pemerintah justru memberi karpet merah kepada pengusaha demi menambah pendapatan daerah. Tampaknya kebijakan pemerintah lebih memihak pengusaha dan tidak memperhatikan rakyat. Hutan kota makin sempit, padahal Kota Bandung membutuhkan 920 ribu pohon, namun saat ini hanya sekitar 229 ribu jauh dari kebutuhan ideal. 

Ini tidak lepas dari karakter pejabat dalam sistem kapitalisme. Pejabat tidak berperan sebagai raa'in (pengurus) tetapi mencari keuntungan pribadi dari jabatannya. Cerminan pejabat seperti imi tidak lepas dari penerapan sistem sekuler kapitalisme. 

Solusi Islam

Berbeda dengan sistem Islam. Masalah pohon tumbang diselesaikan secara sistematis, bukan sekadar meyelesaikan masalah teknis seperti perawatan dan peremajaan pohon. Penerapan Islam secara kafah yang didasari visi megara sebagai pengelola bumi Allah sehingga tidak akan pernah membuat kebijakan atau aturan yang merusak bumi. Allah Swt. berfirman "(Ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Aku hendak menjadikan khalifah di bumi."(TQS Al-Baqarah:30). 

Selain banjir, pohon tumbang termasuk kerusakan akibat tangan manusia karena tidak mau menjalankan syariat Allah. Firman Allah Taala dalam surah Ar-Rum ayat 41 yang artinya "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Khilafah akan menjalan mitigasi bencana termasuk bencana pohon tumbang  Sebagai preventif, pemerintah melakukan inventarisasi pohon di ranah publik dengan tujuan untuk mengetahui kondisi setiap pohon termasuk jenis usia, dan kesehatannya. Memilih jenis pohon yang memiliki struktur akar yang kuat dan tahan terhadap angin kencang di kawasan perkotaan.

Selain itu, negara akan merancang sistem drainase yang baik untuk mencegah genangan air yang dapat melemahkan akar. Memanfaatkan teknologi seperti drone yang dapat memantau dari udara, sensor ini berfungsi untuk mendeteksi kelembaban tanah dan kestabilan pohon secara real-time. Teknologi GIS bisa digunakan untuk memetakan area beresiko tinggi sehingga prioritas tindakan bisa cepat dilakukan. 

Khilafah akan menjalankan politik pembangunan dan tata kota yang memperhatikan pelestarian lingkungan. Hutan tempat daerah resapan air akan dijaga dan dilindungi agar terjaga fungsinya secara optimal. Daerah resapan air dilarang untuk dijadikan pemukiman, tempat wisata, maupun lainnya. Demikian pun dengan tanah yang di atasnya tumbuh pohon tidak akan dibeton agar air bisa meresap ke tanah secara optimal.

Bencana pohon tumbang akan terus berulang selama sistem yang diterapkan di negeri yang mayoritas muslim adalah sistem buatan manusia, sekularisme kapitalisme. Saatnya, kita beralih pada sistem Islam, sistem yang berasal dari pencipta manusia, Allah Swt. yang akan membawa keselamatan dan keamanan bagi manusia. Selama aturan Allah dijauhkan dari pengaturan kehidupan manusia, selama itu pula setiap persoalan akan terus mendera bangsa ini.

Wallahualam bissawab