Ilustrasi Pinterest
Oleh: Mariyam Sundari
(Pengamat Pendidikan)
MediaMuslim.my.id,.Opini_ Perlakuan tidak pantas terhadap guru yang dilakukan oleh murid di sekolah saat ini sudah mulai menjamur. Dari tindakan anarkis melawan guru, tidak patuh perintah guru, dan tak segan-segan guru diajak berkelahi, termasuk merendahkan guru hanya demi konten murahan yang ingin terkenal, guru dijadikan objek untuk dihinakan sampai harus mengacungkan jari tengah segala. Perilaku ini jelas menunjukkan bahwa pendidikan kapitalis di negeri ini gagal membawa generasi berakhlak mulia.
Tidak dipungkiri dalam sistem sekuler liberal saat ini memang menjauhkan ranah agama dari kehidupan termasuk dalam pendidikan, ditambah lagi dengan kebebasan tanpa batas demi mencapai kepuasan, keuntungan dan kemanfaatan diri semata. Jadi, dalam kapitalis memang tidak jadi masalah apabila harus merendahkan, meremehkan, adu kekuatan terhadap guru sekalipun hanya demi manfaat dan puas diri.
Kalau dibiarkan dalam sistem kapitalis liberal buatan manusia saat ini, jelas akan membawa generasi pada jalan kerusakan baik itu terhadap dirinya pribadi maupun orang lain. Pendidikan kapitalis akan melahirkan generasi yang jauh dari akidah dan akhlak mulia, akibatnya banyak sekali perilaku anak didik yang terkadang masih memakai atribut sekolah tapi melakukan tindakan melawan, merendahkan dengan perilaku tidak sopan bahkan sampai menzalimi orang tua dan guru dengan menendang, memukul dan lain sebagainya.
Seharusnya seorang murid harus memahami jati dirinya sebagai pelajar yang patut dijadikan contoh dan teladan. Karena siswa merupakan generasi yang kelak akan menggantikan generasi sebelumnya menjadi pemimpin yang amanah baik itu terhadap diri, keluarga, masyarakat, bangsa bahkan negara. Jadi, kesejahteraan dan keamanan dalam kehidupan ini adalah jika anak didik dalam suatu negeri sudah mendapatkan pendidikan yang baik dan layak lagi sempurna, yang pastinya hanya terdapat pada aturan Islam.
Jika aturan syariat Allah diterapkan maka pendidikan utama yang diberikan kepada siswa adalah akidah. Hingga menjadikan pendidik yang bersyaksiyah Islamiyah yang menjurus pada akal, pemikiran, dan perilaku Islami. Sehingga, mampu menjadikan siswa berjiwa pemimpin, mengetahui mana yang baik dan buruk, generasi beriman dan bertakwa dan yang pastinya berakhlakul karimah dan mulia, yang membanggakan. Oleh sebab itu tidak ada kata tidak untuk terus memperjuangkan syariat Allah apalagi di tengah-tengah menjamurnya kemaksiatan saat ini.[]
Social Plugin