Ilustrasi Pinterest
Penulis Heli Setiyawati
MediaMuslim.my.id, Opini_ Dunia pendidikan di Jawa Barat kembali di hadapkan pada tantangan berat setelah sebuah video viral menunjukkan tindakan tidak pantas sejumlah pelajar terhadap seorang guru. Peristiwa yang terjadi di SMAN I Purwakarta, salahsatu unggulan memicu kecaman luas dan membuka diskusi mengenai akar masalah perilaku remaja di era digital. Tercatat ada 9 siswa yang terlibat dalam aksi tersebut, yang kemudian direkam sehingga viral di media sosial.
Peristiwa yang memprihatinkan kembali mencoreng dunia pendidikan, pelecehan terhadap guru di Purwakarta sebagai cerminan adanya krisis moral.
Sudah selayaknya seorang siswa menghormati seorang guru sebagai pendidik dan Orang tuanya di sekolah, bahkan melecehkan guru tersebut sebagai bentuk penghinaan dan menurunkan wibawa dan marwah seorang guru. Hal ini diakibatkan sistem pendidikan yang sekuler liberal yang mengabaikan adab terhadap guru
Sering kali tindakan tersebut melecehkan guru hanya demi konten atau pengakuan di media sosial. Siswa lebih mementingkan viralitas dan hanya sebagai kebanggaan merasa keren sudah melakukan hal tersebut di mata teman-teman sebayanya daripada menjaga kehormatan martabat seorang guru.
Dari kejadian ini membuktikan bahwa lemahnya wibawa seorang guru, dan siswa yang terlalu berani bertindak melecehkan guru, karena sanksi yang diberikan dari sekolah selama ini tidak adekuat atau guru merasa tidak berdaya terhadap siswa yang berbuat kesalahan karena guru juga merasa ada beban moril takut di tuntut jika menegur siswa tersebut.
Adanya program pemerintah yang menggaungkan Profil Pemuda Pancasila, tidaklah mencerminkan ahlak budi pekerti yang luhur dari seorang siswa terhadap gurunya, bahkan menjadi sebuah tamparan keras bagi dunia pendidikan dan gagalnya program tersebut hanya sebatas formalitas di atas kertas saja, tidak bisa mencerminkan kepribadian yang baik dan ahlak mulia.
Kurikulum pendidikan harus dibangun berdasarkan akidah Islam untuk mencetak generasi penerus bangsa yang memiliki kepribadian islami yaitu dengan kepribadian yang kuat tangguh baik terhadap pemikiran dah sikap sesuai dengan syari'at Islam.
Negara harusnya memfilter konten digital yang merusak moral anak bangsa seperti tayangan yang mencontohkan pembangkangan, pelecehan ataupun tindak kekerasan. Negara harus memfilter konten atau tontonan yang tidak bermanfaat, dan hanya mengijinkan untuk perkara yang mendidik, membangun dan mencerdaskan.
Apapun tindakan yang dilakukan bagi siswa yang sudah melecehkan marwah seorang guru selayaknya mendapatkan sanksi yang setimpal yang memberikan efek jera kepada pelaku, adil dan sesuai dengan syari'at Islam yang mana ketika sanksi ini diterapkan maka bisa sebagai penebus dan pencegahan terhadap kemaksiatan yang dilakukan.
Peran seorang guru dalam sistem Islam sangatlah dihargai, di tempatkan pada posisi yang mulia, yang mendapatkan penghargaan tinggi dan memperoleh penghidupan yang layak dari negara, sehingga seorang pendidik tidak ada yang akan berani melecehkan, terjaga wibawa dan marwahnya baik di mata murid ataupun dalam pandangan masyarakat.
Social Plugin