Ilustrasi Pinterest
Oleh: Ummu Aimar
MediaMuslim.my.id, Opini_ Idul Fitri adalah momentum kebahagiaan, suka cita dan berkumpul bersama keluarga, untuk merayakan setelah menjalani ibadah di bulan Ramadhan, berbagai sajian menemani kebersamaan setiap keluarga.
Namun, Ironisnya saudara kita di Palestina tak dapat menikmati momen Idul Fitri seperti itu, di sana mereka tetap berhari raya ditemani penderitaan yang seakan tak berujung. Puing-puing bangunan menjadi saksi bisu dari apa yang mereka alami.
Warga Palestina merayakan Idul Fitri pada hari Jum'at (20/3). Lebih dari 2,4 juta penduduk Palestina di jalur Gaza merayakan hari raya di tengah keterbatasan pangan, air bersih, dan obat-obatan karena pembatasan ketat oleh zionis Israel. Kantor Media Pemerintahan Gaza mencatat lebih dari 2000 pelanggaran gencatan senjata, dilakukan oleh Israel sejak Oktober 2025. (minanews.net 27/3/2026)
Momen Idul fitri justru umat fokus ketika AS-Israel memerangi Iran, derita Gaza makin terlupa. Apalagi dampak dari perang tersebut adalah penutupan selat Hormuz yang mengakibatkan kepanikan terhadap ancaman terganggunya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Hal tersebut membuat fokus umat bercabang.
Dan umat dibuat kecewa lagi atas sikap negara-negara Arab teluk seperti Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Qatar dll. Yang malah bersekutu dengan AS dalam memerangi Iran. Negara-negara teluk tersebut mengutuk Iran yang menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di negara mereka dengan alibi membela kedaulatan negara.
Belum lagi sikap negara-negara Arab yang menutup mata dari penderitaan rakyat Palestina. Mereka malah mendukung solusi yang ditawarkan AS melalui Board of Peace (BoP). Padahal kedamaian seperti apa yang bisa diharapkan dari asing yang bahkan memasok senjata bagi penjajah.
Suasana Idul Fitri yang mengenaskan di Gaza seharusnya menjadi penderitaan bersama bagi seluruh kaum Muslimin. Karena umat Islam itu ibarat satu tubuh. Ibnu al-Jauzi lalu menukil hadis sahih dari Nu’man bin Basyir ra. yang berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Perumpamaan kaum mukmin dalam hal saling cinta, kasih sayang, dan simpati di antara mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu organ sakit, seluruh tubuh terjaga (tidak bisa tidur) dan demam.” (HR Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Ath-Thabarani).
Sebagai saudara seiman, kita perlu mencurahkan hati dan pikiran kita untuk memikirkan masalah Palestina dengan serius. Tak boleh sama sekali berpangku tangan apalagi menyerahkan solusi pada Barat. AS dan Israel hanya fokus pada kekuasaan mereka sendiri dan tentang memperluas kekuasaannya, dan sama sekali tidak akan terpikirkan untuk perdamaian apalagi kemerdekaan Palestina.
Al-Qur'an mengajarkan kita untuk berkasih sayang kepada sesama Muslim dan keras pada kafir yang memerangi Islam, bukan sebaliknya. Akidah menjadi pengikat antar umat Islam di seluruh dunia, sehingga apa yang dirasakan sebagian akan dirasakan pula oleh yang lainnya. Tidak seperti sekarang yang seakan acuh tak acuh dengan penderitaan saudara Muslim yang lain.
Ikatan akidah itu akan membuat seluruh umat Islam memiliki perasaan dan pemikiran yang sama. Itulah yang membuat persatuannya kuat, karena apapun akan dihadapi bersama. Kesulitan sebagian Muslim akan dientaskan bersama, tidak dihadapi sendirian.
Dan sudah terbukti bahwa diplomasi di atas meja sudah tidak efektif lagi, mengingat banyaknya pelanggaran yang dilakukan zionis. Maka cara satu-satunya adalah dengan militer atau kekerasan. Karena hanya itulah bahasa yang akan dipahami oleh penjajah, bukan lagi berbagai perjanjian damai yang berulang kali dilanggar.
Dengan jihad atau gerakan militer hanya akan sempurna jika umat Islam di seluruh dunia bersatu di bawah satu komando kepemimpinan Islam. Di bawah satu naungan sistem Islam yang berasal dari Allah Sang Pencipta. Sistem yang akan meruntuhkan tembok nasionalisme yang memecah belah umat Islam selama ini.
Dengan begitu, permasalahan Palestina akan terselesaikan. Bukan hanya itu, namun umat Islam akan memiliki pelindungnya kembali setelah 102 tahun lamanya. Islam tak akan lagi diinjak ataupun dilecehkan jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Musuh-musuh Islam akan ketar-ketir ketakutan, dan mereka sangat menyadari hal itu, kita lah yang dibuat tidur panjang agar tak pernah bangun.
Social Plugin