Hari Raya Datang, Kritis di Palestina masih Berjalan.


Ilustrasi Pinterest
Oleh: Nabila Sahida

MediaMuslim.my.id, Opini_ Lantunan takbir dengan damainya digemakan. Warga bersiap memakai pakaian terbaik menyambut lebaran. Pagi menjelang, sholat idul fitri dengan khitmat dilaksanakan. Seluruh umat merayakan hari ini dengan berharap penuh keberkahan dan kebahagiaan setelah satu bulan berpuasa di bulan Ramadan.

Jauh berbeda dengan keadaan ditengah kritis yang dialami saudara kita di Palestina, pasukan penjajah Israel memperketat pembatasan masuk ke Masjid Ibrahimi di kota Hebron. Pasukan mencegah ribuan jamaah Palestina memasuki masjid untuk melaksanakan shalat di luar ruangan.

Lembaga Kantor Media Pemerintah Gaza  mencatat bahwa Israel sudah setidaknya 677 warga Palestina dan melukai lebih dari 1.800 lainnya, sebagian besar warga sipil. Pengiriman bantuan terhambat, akses-akses melalui penyebrangan Rafah dibatasi secara ketat, menghadapi kekurangan akut pangan, air bersih dan kebutuhan pokok lainnya. 

Keadaan-keadaan ini sangatlah memilukan. Rasulullah bersabda, “Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit maka seluruh tubuhnya ikut merasakan sakitnya” (HR.Muslim)

Demikian pula dalam Al-Qur'an juga menjelaskan bahwa setiap Muslim hakikatnya adalah bersuadara.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. (QS. Al Hujurat [49]: 10).

Namun apa yang terjadi pada umat saat ini? Umat seperti terombang-ambing, tercerai-berai seperti buih. Inilah yang perlu kita sadari bahwa umat islam saat ini tanpa perisai yang melindungi mereka dari penjajah dan serangan-serangan kapitalis. Perisai ini brerupa Negara dengan penerapan sistem yang bersumber langsung dari Allah SWT. Yakni Daulah Khilafah. 

Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam juga bersabda, Imam atau Negara adalah junnah (perisai). Sebagaimana layaknya perisai, ia bertanggung jawab sepenuhnya terhadap rakyatnya. “Sesungguhnya al-imam (Pemimpin) itu perisai, (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud)

Peran perisai ini sangat ini sangat penting untuk umat. Mempersatukan umat islam dari cekraman penjajah, menerapkan syariat dengan menyeluruh baik dalm negri maupun luar negri. Menyerukan dan mengomando seluruh tentara dan umat islam untuk jihad fii sabilillah. 

Adapun juga dalam tulisan Syekh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah dalam buku Asy-Syakhshiyyah al-Islāmiyyah (Kepribadian Islam) menjelaskan makna jihad adalah mengerahkan segenap kemampuan dalam perang di jalan Allah, baik secara langsung berperang, maupun dengan memberikan bantuan untuk perang, misalnya bantuan berupa harta, pendapat, memperbanyak pasukan perang, dan lain-lain.

Maka pentinglah kita semua, untuk berada dalam jemaah dakwah yang membina dan membangun kesadaran umat untuk menghadirkan kembali peradaban mulia warisan Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam ini. Amiin.