Ilustrasi Pinterest
Oleh Ana
MediaMuslim.my.id, Opini_ Enam bulan setelah perjanjian gencatan senjata di Gaza, media pemerintah melaporkan: 2.400 pelanggaran gencatan senjata dalam enam bulan (penembakan, penembakan artileri, penyerbuan, dan penghancuran).
754 gugur (syahid) dan 2.100 luka-luka (lebih dari 99% warga sipil, termasuk sejumlah besar anak-anak dan perempuan), 50 tahanan ditangkap dari dalam lingkungan perumahan. Penyeberangan Rafah: Hanya 2.703 penumpanh dari 36.800 (7% kepatuhan).
Dan 41.714 truk masuk dari 110.400 (37% kepatuhan), dan hanya 14% bahan bakar yang masuk, menunjukkan kegagalan pendudukan untuk mengizinkan bantuan, bahan bakar, peralatan medis, dan perlengakapan rekonstruksi yang cukup.
Pelanggaran ini terus berlanjut, merupakan pelanggaran hukum internasional dan merusak gencatan senjata. Sumber: Akun x Anas Al-Sharif.
Masih percaya kalau saudara kita di Gaza baik - baik saja? Enam bulan bukanlah waktu yang pendek, namun justeru setelah perjanjian gencatan senjata keadaan di Gaza makin memprihatikan. Masikah kita berharap pada BoP yang notabene memihak pada lsrael yang membiarkan mereka dengan pongahnya menguasai Gaza dengan melanggar hukum internasional.
Makin kesini kita dibukakan lebar - lebar cara pandang kita dengan keberadaan BoP yang banyak merugikan saudara kita di Gaza dimana BoP mendesak Hamas untuk melucuti senjatanya sebagai syarat rencana perdamaian Gaza. Hamas menolak dan menganggap hal itu mengancam eksistensi serta perjuangan mereka. Hamas menuntut dunia bertindak atas pelanggaran gencatan senjata Zionis. Meski gencatan senjata telah disepakati, Zionis terus melakukan penyerangan hingga menewaskan warga sipil hingga bulan ini.
BoP bukan mediator netral, tetapi itu jebakan Kapitalisme global yang condong pada kepentingan Barat dan Zionis. Pelucutan senjata adalah upaya Barat (AS) untuk menghentikan perjuangan perawanan rakyat Gaza dengan jihad. Pelucutan senjata juga bagian dari serangan pemikiran sebagai upaya mengubah cara pandang umat agar menganggap perlawanan sebagai ancaman dan penyerahan senjata sebagia jalan damai.
Sudah paham sampai disini? Artinya selama ini kita hanya dijadikan alat oleh pendiri BoP untuk melukai saudara kita di Gaza tidak hanya agama saja namun juga sisi kemanusiaan yang jauh dari kata manusiawi, lantas solusi seperti apa yang seharusnya diterapkan di Gaza?
Solusi Gaza bukan diplomasi, tetapi hadirnya kembali peradaban islam dan perisai umat, yang dalam fiqih disebut Khilafah. Palestina adalah wilayah lslam yang wajib dibebaskan melalui kekuatan militer, bukan negosiasi. Khilafah akan menggerakkan kekuatan militer seluruh negeri - negeri muslim, untuk mengusir penjajah Zionis dari bumi Palestina. Karena dalam islam, pemimpin adalah raa'in dan junnah yang akan melindungi nyawa kaum muslim.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Imam (Khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus." (HR al-Bukhari).
Demikian juga sabda Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya al-imam (Pemimpin) itu perisai, (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud)
Oleh karenanya, umat harus disadarkan melalui dakwah ideologis terkait urgensi hadirnya peradaban yang agung tersebut dan kewajiban untuk memperjuangkannya.
Social Plugin