Polemik BBM di Tengah Gejolak Global


Ilustrasi Pinterest
Oleh: Pina Purnama S.,Km


MediaMuslim.my.id, Opini_ Pemerintah memutuskan belum menaikkan harga BBM subsidi—meski rata-rata harga minyak dunia mencapai US$100/barel. Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI. 

Pernyataan Purbaya senada dengan perkataan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Dia mengatakan keputusan itu diambil atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik," ungkap Prasetyo Hadi sembari menjamin ketersediaan BBM. (BBC.com/06/04/26

Dengan wacana pembatasan BBM saja tidak ada kenaikan untuk saat ini akan kah mesolusi krisis energi yang akan di hadapi dalam jangka panjang, menimbang masih ketergantungan pada  minyak bumi dunia akibat adanya sentimen dari konflik global yang terjadi pertanyaan nya mampu kah bertahan dalam aspek ekonomi maupun politik dalam kondisi krisis energi saat ini? 

Pembatasan BBM untuk
Penghematan Energi 

pemerintah menerapkan skema pembelian wajar dengan membatasi volume transaksi harian, Pembatasan pembelian BBM yang diatur untuk minyak solar bagi kendaraan pribadi roda empat adalah maksimal 50 liter per hari. Angkutan umum orang atau barang roda empat dibatasi maksimal 80 liter per hari.

Solar untuk angkutan umum roda enam atau lebih maksimal 200 liter per hari. Kendaraan pelayanan umum, seperti ambulans, jenazah, damkar, dan sampah juga dikenakan pembatasan pembelian maksimal 50 liter per hari.

Untuk Pertalite, kendaraan pribadi atau umum roda empat dibatasi untuk pembelian maksimal 50 liter per hari. Demikian juga dengan kendaraan pelayanan umum yang menggunakan bensin bersubsidi, dibatasi maksimal 50 liter per hari. (bbc.com/06/04/26)

Menurut analis senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P Sasmita, mengatakan kemampuan menahan itu terbatas lantaran sangat bergantung pada tiga hal: harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan ruang fiskal.
Dan, jika harga minyak global tetap tinggi, maka "biaya menunda" ini akan semakin mahal, secara realistis, kemampuan menahan ini terbatas, kemungkinan hanya dalam hitungan beberapa bulan, bukan tahun. 

Efektip kah untuk mengatasi krisis energi , pasalnya menurut para ahli ekonomi hal ini akan berdampak pada Anggaran Pembelanjaan Negara akan mengalami ketidakseimbangan belanja negara berlebih akan tetapi pendapatan negara hanya sedikit menimbang negara kita belum mampu secara mandiri masih bergantung pada minyak dunia. 

Jika dinaikan harga BBM akan menimbulkan inflasi, kenaikan harga pangan, gejolak sosial menekan masyarakat kalangan bawah yang terkena imbas hal ini akibat diterapkan nya ekonomi kapitalisme, negara hanya sebagai fasilitator saja kepengurusannya di alihkan ke pihak swasta  sepenuh nya bahkan di kuasai oleh Asing Sumber daya alam walhasil hanya menguntungkan kaum elite saja. 

Islam Solusi 

Dalam sistem Islam ketika terjadi konflik global di tengah krisis demi terwujudnya penghematan energi  pengelolaan diantaranya : 

Pertama ; Sistem Islam akan mendistribusikan Sumber Daya Alam ke seluruh negeri muslim terutama dari timur tengah Arab, hingga Iran akan di kelola sumber daya alam untuk kemaslahatan umat. 

Kedua; Kekuatan aspek politik dan ekonomi Islam akan kemandirian dalam mengelola sumber daya alam membuat Islam menjadi negara adidaya karena disegani dengan aturan nya yang mensejahterakan masyarakat.

Ketiga; Dalam kondisi krisis energi dalam Islam khilafah akan berupaya memaksimalkan pelayanan publik, anggaran belanja negara akan memenuhi kebutuhan umat, kemandirian politik nya tak akan terpengaruhi oleh sentimen konflik global, hingga kondisi BBM masih bisa terkendali.

Wallahualambishawab