Demiliterisasi: Pembungkaman Barat atas Perjuangan Palestina

Ilustrasi Pinterest
Oleh: Febrinda Setyo 
Aktivis Mahasiswi 

MediaMuslim.my.id, Opini_ Dewan perdamaian atau Board of Peace (BoP) mendesak Hamas melucuti senjata mereka sebagai bentuk penyelesaian rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza. Penyerahan senjata ini dilakukan dengan alasan agar Hamas tidak mengganggu proses gencatan senjata. Selain itu, pihak Israel juga kerap menuduh Hamas melakukan serangan. Padahal kenyataannya serangan tentara Israel di Gaza lah yang telah menewaskan puluhan ribu warga Gaza. Menanggapi hal ini, Hamas menolak keras untuk menyerahkan senjata mereka sebab hal itu dapat mencederai perjuangan mereka. Hamas juga mendesak dunia untuk menekan Israel atas tindakan militer Israel di Gaza maupun wilayah Palestina lain yang selama ini kerap melanggar baik dari sisi kemanusiaan maupun hukum internasional. Bahkan meski gencatan senjata sudah disepakati, pasukan militer Israel masih sering menyerang pemukiman di Gaza hingga menewaskan banyak warga sipil. 

Fakta yang terjadi saat ini membuktikan bahwa Board of Peace (BoP) tidak pernah ada di posisi netral. Mereka sejak awal hanya condong pada kepentingan barat dan Zionis saja. BoP telah menjadi jebakan kapitalisme global yang menawarkan perdamaian padahal sejatinya hanya bekerja demi keuntungan Amerika Serikat dan Israel. Rencana pelucutan senjata Hamas yang digadang-gadang sebagai bentuk perdamaian merupakan tipuan barat demi mematikan perjuangan rakyat Gaza dengan jihad. Hal ini juga bagian dari strategi barat untuk meracuni pemikiran umat bahwa perlawanan atas penjajahan adalah ancaman sehingga penyerahan senjata dianggap sebagai jalan damai dan harus dipilih. 

Sejak Oktober 2023,  sudah lebih dari 2 tahun terjadi penyerangan besar-besaran Israel kepada Gaza Palestina. Sampai hari ini belum terlihat titik terang akan adanya perdamaian dan warga Palestina masih terus diserang. Justru penyiksaan terhadap warga Palestina semakin kejam dan brutal tanpa pandang bulu entah itu wanita, anak-anak, orang tua semua dihabisi oleh tentara Zionis. Berbagai strategi perdamaian juga sudah dilakukan seperti perjanjian damai, gencatan senjata, dan lain-lain namun tidak mampu menyelesaikan penjajahan Israel atas Palestina. Semua perjanjian itu akan terus dilanggar oleh pihak Zionis dan mereka tetap menyerang Palestina. Solusi yang dibutuhkan Gaza Palestina bukanlah diplomasi namun persatuan umat Islam di seluruh dunia untuk membela Gaza di bawah satu kepemimpinan yaitu Khilafah Islam. Palestina merupakan wilayah Islam yang wajib dibebaskan melalui kekuatan militer bukan negosiasi. Sejarah pun telah membuktikan bahwa Palestina dapat dibebaskan dari penjajah melalui perjuangan pasukan kaum muslimin, yakni saat itu berada di bawah komando Umar Bin Khattab dan Salahuddin Al Ayyubi

Khalifah adalah Raa'in dan junnah yang akan melindungi nyawa kaum muslim dan seluruh rakyat. Saat Palestina maupun wilayah Islam yang lain diserang, maka Khilafah akan mengerahkan kekuatan militer seluruh negeri-negeri muslim untuk mengusir penjajah. Maka dari itu, dengan kekuatan militer, Palestina dapat dibebaskan dari cengkraman tentara Zionis. Namun sebelum itu umat harus sadar akan urgensi khilafah dan kewajiban memperjuangkannya. Maka sebagai umat muslim kita harus senantiasa berdakwah Islam ideologis agar keinginan untuk bersatu di bawah satu kepemimpinan Islam dapat menjadi opini umum sehingga seluruh umat akan bersatu untuk memperjuangkannya tegak.