Ilustrasi Pinterest
oleh Umi Hafizha
MediaMuslim.my.id, Opini_ Idul Fitri selalu hadir sebagai momentum kebahagiaan bagi seluruh umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan selama satu bulan penuh. Namun sejatinya, Ramadan bukan hanya bulan latihan menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu semata. Ramadan juga merupakan bulan perjuangan, yang mendidik umat Islam untuk memiliki ketahanan jiwa, kekuatan spiritual, serta kesadaran untuk berjuang memperbaiki kehidupan. Baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Realitas yang kita hadapi saat ini menunjukkan bahwa perjuangan umat Islam untuk mengembalikan kehidupan Islam secara menyeluruh belum terwujud. Umat Islam masih dalam kondisi terpecah belah dalam batas nation state. Bahkan tidak sedikit di antara negeri-negeri muslim yang menjalin kerja sama dengan kekuatan global yang sering kali merugikan kepentingan umat. Kondisi ini menjadi tantangan besar yang membutuhkan kesadaran kolektif serta usaha yang semakin serius dan terarah.
Salah satu persoalan mendasar yaitu belum tumbuhnya kesadaran ideologis di tengah masyarakat dalam memaknai Ramadan sebagai bulan perjuangan. Aktivitas ibadah yang dilakukan masih banyak berfokus pada aspek ritual dan pragmatis. Padahal Islam sebagai ajaran Islam yang sempurna mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk persoalan politik dan peradaban. Akibatnya, posisi politik umat Islam di tingkat global masih cenderung lemah, meskipun Allah Swt. telah memberikan predikat khairu ummah, sebaik-baik umat yang diharapkan mampu membawa kebaikan untuk seluruh umat manusia.
Selain itu, umat Islam mempunyai potensi yang sangat besar baik dari jumlah sumber daya manusia, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, serta memiliki posisi wilayah yang strategis secara geopolitik dan geostrategis merupakan modal penting bagi kebangkitan. Ditambah lagi dengan Islam sebagai ideologi yang memiliki seperangkat aturan hidup yang komprehensif.
Oleh karena itu, diperlakukan upaya dakwah yang lebih fokus pada membangun kesadaran politik ideologis umat dengan menjadikan Islam sebagai panduan hidup secara menyeluruh. Kesadaran ini sangat penting untuk menumbuhkan pemahaman akan urgensi persatuan hakiki umat Islam dalam satu kepemimpinan yang mampu menjaga kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Perjuangan tersebut tentu memerlukan kesungguhan, keikhlasan, serta kesatuan langkah dari berbagai elemen masyarakat.
Sudah seharusnya Ramadan dan Idul Fitri menjadi titik awal untuk melakukan konsolidasi kekuatan umat. Momentum kemenangan ini bukan hanya sekedar dirayakan secara simbolik, tetapi juga dimaknai sebagai semangat baru untuk bangkit, mempererat ukhuwah, serta membangun kesadaran bersama dalam memperjuangkan kemuliaan umat Islam. Dengan demikian, Idul Fitri tidak hanya menjadi kembali fitrah, tetapi menjadi awal perjalanan menuju kemenangan hakiki umat.
Umi Hafizha
Social Plugin