Oleh Tsamaniyah Ilma Shofi
Seperti yang kita ketahui, pergaulan remaja saat ini tidaklah baik-baik saja. Akhir bulan lalu, video asusila tersebar di media sosial. Video tersebut melibatkan sepasang pelajar SMA di Bali. Sebab viralnya video itu, polisi melakukan penyelidikan pada kasus yang meresahkan masyarakat. (detik.com, 27/02/2026)
Fakta di atas merupakan salah satu bukti dari rusaknya sistem pergaulan. Hal ini karena sistem saat ini mengusung ide kebebasan perilaku atas nama HAM. Kebebasan HAM memang lazim ada dalam sistem kapitalisme. Selain itu, faktor internal dan eksternal seseorang juga memengaruhi tindakannya.
Faktor internal, lemahnya iman dan minimnya pemahaman Islam menjadi dua hal yang sering menyebabkan seseorang melalukan perbuatan tercela. Dalam sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, sebagian remaja tidak memahami jati diri mereka sebagai seorang muslim. Akibatnya, sebagian remaja mudah terbawa arus yang tidak baik.
Adapun faktor eksternal, biasanya datang dari lingkungan masyarakat, aturan negara yang tidak tegas, dll. Kehidupan keluarga yang tidak harmonis turut memengaruhi kondisi mental anak. Termasuk adalah keluarga yang sibuk mencari nafkah. Anak jadi kurang perhatian sehingga mencari perhatian di luar keluarganya.
Dari problematika di atas tentunya remaja saat ini membutuhkan solusi untuk menyelamatkan mereka. Sudah saatnya generasi muda memahami pergaulan yang baik sesuai Islam. Beberapa hal internal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
Pertama, harus diyakini bahwa setiap muslim harus beraktivitas sesuai syariat Islam. Kedua, setiap muslim wajib mengkaji Islam dengan menyeluruh. Ketiga, muslim harus punya tekad dan usaha untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Meskipun saat ini sistem yang hadir tidak sesuai dengan Islam, kekuatan iman seseorang menjadi pegangan agar ia tidak mudah terbawa arus negatif.
Sedangkan untuk faktor eksternal, dapat dilakukan dengan cara berikut.
Pertama, adanya kerja sama dari pihak keluarga untuk mendidik dan mengontrol anak-anak mereka. Kedua, masyarakat saling menjaga, mengingatkan, dan mengontrol aktivitas yang ada di lingkungan mereka. Ketiga, negara sebagai penerap hukum menerapkan hukum Islam termasuk dalam sistem sosial dan hukum tindak pidananya.
Jika semua hal di atas dilakukan, ditambah lagi adanya institusi penerap Islam dengan suasana keimanan, maka sistem pergaulan remaja akan terjaga dan tindak pelanggaran hukum akan minim terjadi. Oleh karena itu, memahami Islam secara utuh dan menerapkannya adalah perkara penting yang harus dipahami setiap muslim. Wallahu a'lam bishawab. []

Social Plugin