Penusukan Muslim Di Inggris, Islamofobia Kembali Mencuat?

Oleh Ihda Asyaro Fathina

Inggris Tengah, tepatnya di West Midlands akhir bulan lalu kembali dihebohkan dengan tewasnya seorang remaja pria berusia 18 tahun di luar sebuah masjid. Remaja itu tewas setelah ditikam oleh seseorang. Tak hanya itu, dua pemuda berusia 19 tahun dan 20 tahun juga dilarikan ke rumah sakit usai terjadi serangan di luar Masjid Jamia di Oldbury Road, Smethwick. Meski ada dugaan kuat bahwa ini merupakan bentuk sentimen agama, namun polisi menyatakan bahwa insiden tersebut tidak dipicu oleh motif agama atau ras tertentu. (tempo.co.id, 22/02/2026)

Penyerangan terhadap muslim di Inggris tidak hanya terjadi kali ini saja. Meski polisi menyatakan motif penyerangan bukan karena agama, fakta menunjukkan bahwa islamofobia masih ada di negara ini. Memang tak dapat dimungkiri bahwa jumlah mualaf di Inggris terus bertambah. Namun, ini tak menutup kemungkinan adanya islamofobia.

Ketika muslim menjadi minoritas dalam sebuah negeri, kriminalisasi dan islamofobia kerap menghantui. Ini karena penerapan sistem kapitalisme yang tidak memihak kepada umat Islam. Sistem kapitalisme yang menjadikan sekuler menjadi akidahnya memang membebaskan penganutnya untuk memilih memeluk agama atau tidak. Akan tetapi, sistem ini tidak membolehkan aturan agama hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Alhasil, meski keberadaan muslim diijinkan dalam suatu negeri, tidak semua muslim diijinkan menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya penggunaan hijab bagi muslimah. Selain itu, stigma negatif yang kerap dilontarkan dari para pembenci Islam membuat sebagian masyarakat turut menolak muslim dan ajaran Islam. Oleh karena itu, islamofobia sesungguhnya merupakan buah hipokrit dari sistem kapitalisme. 

Sentimen terhadap agama atau ajaran tertentu tidak akan terjadi dalam negeri yang diterapkan syariah secara utuh. Sebab, negara Islam menjamin semua warga negara memeluk agama masing-masing seperti agama ahli kitab. Hanya saja, ada pengaturan khusus terhadap syiar atau dakwah yang dilakukan para agama. Syiar dan dakwah kepada agama Islam tentu akan diutamakan sebab ini merupakan bagian dari ajaran Islam. 

Dakwah Islam akan disebarkan ke seluruh penjuru dunia untuk memberikan rahmat bagi semesta alam. Faktanya, Islam telah meliputi dua pertiga wilayah dua dan memimpin selama 13 abad lamanya. Dua hal ini telah menjadi bukti atas firman Allah Swt.,

"Dan tidaklah Aku (Allah) mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya' : 107)

Wallahu a'lam bishawab. []