Palestina dalam Luka : Serangan Israel dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Usai


Ilustrasi Pinterest
Oleh : Nenah Nursa'adah, Ciparay Kab. Bandung.


MediaMuslim.my.id, Opini_ Serangan Israel terhadap Palestina terus berlangsung meskipun sedang terjadi gencatan senjata. Banyak warga sipil menjadi korban, di antaranya perempuan dan anak-anak. Sebagian mengalami luka-luka, bahkan tidak sedikit yang kehilangan nyawa.

Tidak hanya itu, Israel juga diduga menggunakan senjata termal dan termobarik dalam serangannya di Jalur Gaza, Palestina. Senjata jenis ini dikenal memiliki daya ledak besar yang mampu menghancurkan bangunan serta menimbulkan korban dalam jumlah besar.

Dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul “The Rest of the Story”, disebutkan bahwa setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang dilaporkan hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023.

Selain serangan militer, Israel juga dilaporkan membongkar secara paksa puluhan rumah warga Palestina di wilayah Tepi Barat. Tindakan ini semakin menambah penderitaan rakyat Palestina yang telah lama hidup di bawah tekanan dan penjajahan.(Palestina.cnnindonesia.com).

Penggunaan senjata berdaya rusak besar serta penyerangan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat—termasuk warga sipil, perempuan, dan anak-anak—dipandang oleh banyak pihak sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia.

Karena itu, berbagai pihak di dunia terus menyerukan agar kekerasan dihentikan dan keadilan ditegakkan bagi rakyat Palestina. Persatuan dan kepedulian umat Islam serta masyarakat internasional sangat diperlukan untuk menghentikan penderitaan yang terus terjadi.

Tragedi yang terus menimpa rakyat Palestina menunjukkan bahwa berbagai solusi yang ditawarkan dunia hingga hari ini belum mampu menghentikan penjajahan dan kezaliman. Perundingan, kecaman, maupun berbagai resolusi internasional sering kali tidak mampu memberikan perlindungan nyata bagi rakyat Palestina.

Islam sejatinya memiliki aturan yang jelas dalam menjaga kehormatan manusia, melindungi jiwa, serta menolak segala bentuk penjajahan. Dalam ajaran Islam, umat diperintahkan untuk saling menolong dan bersatu dalam menghadapi kezaliman. Karena itu, kembalinya umat kepada ajaran Islam secara menyeluruh menjadi harapan besar agar keadilan dapat ditegakkan dan penindasan terhadap kaum tertindas dapat dihentikan.

Persatuan umat Islam dan hadirnya kepemimpinan yang berpegang teguh pada syariat Islam menjadi kebutuhan penting agar kaum muslimin memiliki kekuatan untuk melindungi saudara-saudaranya yang tertindas, termasuk rakyat Palestina.

Semoga Allah segera memberikan pertolongan kepada rakyat Palestina dan membebaskan mereka dari penjajahan.
Wallahu a’lam bish shawwab.