Membentuk Takwa di Detik Akhir

Ilustrasi Pinterest
Oleh: Hana Rahmawati 


MediaMuslim.my.id, Opini_ Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi setiap muslim. Menghidupkan malam-malamnya adalah hal yang sangat menyenangkan, sebab pahala berlipat ganda yang telah di janjikan bagi insan beriman. Ramadhan bukan hanya sekadar bulan wajib berpuasa, tetapi bagi seorang mukmin ada nilai-nilai istimewa yang terkandung di dalamnya. Bahkan Allah menjanjikan bagi orang mukmin yang berpuasa akan disediakan satu pintu khusus menuju syurga. Pada bulan ini juga terdapat waktu mustajab dalam berdoa, yakni ketika sahur dan saat berbuka puasa. Allah juga mengistimewakan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an, kitab suci kaum Muslim dan pedoman dalam mengarungi kehidupan.  

Disamping itu, terdapat beberapa peristiwa bersejarah yang akan terus di kenang kaum Muslim yang terjadi pada bulan Ramadhan. Seperti peristiwa perang Badr, ini terjadi pada 17 Ramadhan tahun Kedua Hijriah. Dimana jumlah kaum muslim yang hanya 313 pasukan mampu mengalahkan pasukan besar dari kalangan kaum kafir yang berjumlah seribu pasukan, dilengkapi dengan persenjataan serta 100 ekor unta dan 700 ekor kuda. Ini tentu tidak terjadi begitu saja, melainkan Allah menunjukkan kuasanya bagaimana kemenangan tidak selalu karena jumlah yang banyak. Tetapi ada kekuatan iman yang terdapat di hati pasukan Mukmin sehingga mengundang pertolongan Allah yang luar biasa. 

Peristiwa Fathu Makkah yang dilakukan secara damai oleh Nabi Muhammad dan pasukan Muslim dengan menghancurkan berhala di sekitar ka’bah juga terjadi di bulan Ramadhan pada tahun ke 8 Hijriah. Dan moment istimewa lainnya yang selalu di buru oleh kaum Muslim pada tiap tahun adalah malam Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan dimana para malaikat turun pada ke bumi pada malam istimewa ini. Sebagaimana firman Allah yang terdapat pada surat Al Qadr ayat 3, 
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”

Malam Lailatul Qadr dikabarkan terjadi pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Untuk itu, orang-orang beriman akan dengan suka hati mengisi malam-malam Ramadhan dengan amalan wajib dan sunnah serta mengejar ridho Allah. Mereka menantikan malam istimewa Lailatul Qadr yang nilai pahalanya luar biasa besar. Malam Lailatul Qadar adalah momen mustajab untuk memohon ampunan dan keberkahan, karena pada malam ini berbagai ketentuan hidup manusia selama satu tahun ke depan ditetapkan. 

Rasulullah telah mencontohkan bagaimana beliau beserta para sahabat meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Rasulullah dan para sahabat rutin melakukan I’tikaf di masjid pada akhir-akhir Ramadhan. Beliau dan para sahabat menghidupkan malam dengan berdzikir, bedoa dan melakukan sholat sunnah. Mereka tidak pernah melewatkan malam-malam tersebut kecuali dengan beribadah. 

Rasulullah dan para sahabat sangat sungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan. Aisyah berkata, “Jika masuk sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan sabuknya.” (HR. Ahmad). Pemimpin para Nabi itu juga melakukan I’tikaf dan memperbanyak keintiman Bersama Allah. Aisyah juga menyatakan, “Rasulullah selalu I’tikaf di sepuluh akhir malam ramadan sampai beliau wafat.” (HR. Bukhari). Rasulullah juga memperbanyak sedekah dan kebaikan untuk menyambut malam Lailatul Qodar. Ibnu Abbas, “Rasulullah orang yang paling dermawan dan Rasulullah semakin dermawan saat di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, kita diperintahkan untuk ittiba’ (mengikuti) setiap apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah dalam hal ibadah. Momentum Ramadhan seharusnya menjadikan diri kita semakin taqwa, membentuk pribadi kita menjadi hamba yang taat. Ramadhan sejatinya tidak hanya mengajarkan kita untuk melawan hawa nafsu, tetapi juga mendidik kita untuk menjadi Muslim yang taat serta kuat. 

Malam-malam terakhir Ramadhan seharusnya menjadikan kita lebih dekat lagi pada Zat pemilik jiwa. Memohon ampunan dan keberkahan hidup yang kita jalani tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Sebab tujuan utama seorang muslim adalah mendapat keberkahan dari Allah. Maka, jadikan momentum Ramadhan untuk mengasah taqwa diri lebih baik lagi. Dan selepas Ramadhan, istiqomah melakukan amalan kebaikan hingga ridha Allah kita dapatkan. 

Wallahu A’lam bish Shawab.[]