Cinta Ditolak, Kekerasan Meledak


Ilustrasi Pinterest
Anti Riyanti, S.Pt
Pendidik Generasi 


MediaMuslim.my.id, Opini_ Sebagaimana diberitakan dalam kumparan.com, 5/2/2026 beberapa waktu lalu terjadi peristiwa pembacokan di lingkungan kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Tentu saja hal ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan untuk kesekian kalinya. Adalah seorang mahasiswi yang hendak  menunggu sidang prosposal, dikejutkan  dengan adanya serangan tak terduga dari sesama mahasiswa. Dari pemberitaan, diduga motor motif penyerangan ini dipicu karena mahasiswa tersebut ditolak cintannya oleh korban, yang berawal pada kegiatan KKN.

Seharusnya kempus menjadi ruang yang aman bagi tumbuhnya mahasiswa menuju kedewasaan intelektualitasnya. Sungguh sangat memperihatinkan, hanya karena persoalan cinta ditolak, seseorang bisa nekat dan kalap.Tentu ini menjadi pertanyaan yang besar ada apakah yang terjadi dalam generasi kita?

Kajadian seperti ini tidak bisa semata dipandang sebagai persoalan emosi sesaat. Maraknya kekerasan remaja saat ini tidak bisa Maraknya kekerasan di kalangan remaja saat  ini mengindikasi  bahwa ada persoalan dalam pembentukan karakter remaja. Hal ini tidak lepas dari pengaruh pendidikan seluler yang  cenderung hanya menitik beratkan pada pencapaian akademik dan kompetensi kejraa semata, dan mengabaikan bagaimana pembentukan kepribadian yang kelak akan menjadi landasan hidup bagi remaja saat dewasa yang berbasis moral dan agama.

Dalam sistem sekuler yang menjunjung tinggi nilai kebebasan yang semakin liberal. Kebebasan dimaknai sebagai hak individu tanpa batasan yang jelas, termasuk di dalamnya relasi hubungan antara laki-laki dan perempuan dan normalisasi pacaran dan dianggap hal yang tidak tabu.  Padahal, relasi tanpa fondasi nilai yang kokoh akan menimbulkan konflik , kecemburuan hingga kekecewaan yang mendalam. 

Islam sebagai agama sekaligus ideologi yang memiliki aturan yang jelas tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan saat berinteraksi. Semua itu demi menjaga kehormatan dan mencegah mudhorot.  Allah SWT berfirman, 
" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk " (QS. Al-Isra :32) . Ayat ini tidak sekedar melarang perbuatan zina, tapi lebih luas lagi yaitu apapun yang mengantarkan pada perzinahan, termasuk relasi bebas yang membuka peluang konflik emosional. 

Dalam Islam pendidikan dibangun atas dasar akidah yang bertujuan untuk membentuk kepribadian yang selaras antara pola pikir dan pola sikap, sehingga mampu membentuk generasi yang memahami batas halal dan haram, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan membangun ketakwaan sebagai kontrol internal. Sebab akan tumbuh kesadaran bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah tertanam kuat, sehingga tindakan destruktif akan dapat dicegah.

Tak kalah penting juga peran masyarakat melalui budaya saling mengingatkan dalam kebaikan  dan mencegah kemungkaran. Seperti dalam firman Allah SWT  " Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari kemungkaran" (QS. Ali Imran :104). Sehingga lingkungan sosial yang peduli kan memperkokoh kontrol individu dan menutup ruang bagi perilaku menyimpang.
Peristiwa di kampus tersebut seharusnya dijadikan momentum untuk evaluasi secara menyeluruh. Pemuda adalah harapan bangsa yang akan meneruskan kepemimpinan suatu bangsa. Maka sangat penting membekalinya tidak cukup hanya dengan kecerdasan intelektual saja, tapi jg harusnya diperkokoh dengan nilai akhlak dan ketakwaan. Jika ruang akademik saja dapat ternodai oleh kekerasan akibat persoalan relasi pribadi, maka yag harus dipenuhi bukan hanya individu pemuda akan tetapi sistem pembinaan generasi secara menyeluruh dalam sebuah negara.