BoP Menjadi Sarana Penyelamat Penjajah.

Ilustrasi Pinterest
Oleh Zahrul Hayati


MediaMuslim.my.id, Opini_ Genosida yang dilakukan oleh entitas Zionis Yahudi Israel yang didukung oleh AS di Gaza hingga kini belum juga berhenti.
Kondisi Gaza kini tetap dalam kehancuran, kelaparan, ratusan ribu hidup di tenda pengungsian dan pendidikan terhenti.

Rencana perdamaian yang ditawarkan AS melalui Board of Peace justru menjadi sarana menyelamatkan penjajah. Tawanan mereka dibebaskan, sementara senjata kaum tertindas ingin dilucuti agar pembantaian dapat terus berlanjut tanpa perlawanan.

Sesungguhnya BoP adalah proyek kolonial AS untuk menguasai Palestina, melucuti Hamas dan mengusir penduduknya.
Trump memanfaatkan penguasa negeri-negeri Muslim untuk melegitimasi dan mendukung rencana jahat AS dan Israel mewujudkan New Gaza.

Sikap Indonesia yang masih bertahan di BoP menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam dominasi AS, artinya Indonesia terjajah secara politik.

BoP yang dipimpin oleh AS  sangat sarat untuk kepentingan  Israel, dan Indonesia harus tunduk dan menghamba kepada AS dan Israel.

Karena itu negeri-negeri Muslim anggota BoP mestinya tidak mudah tertipu dengan diksi perdamaian yang hanya didefinisikan oleh satu kekuatan negara imperialis AS. Diksi perdamaian oleh AS hakikatnya adalah hegemoni. Karena itu negeri-negeri Muslim semestinya cerdas membaca geopolitik yang saat ini dikendalikan oleh kepentingan dan kekuasaan AS.


Haram Bersekutu dengan Kafir Penjajah.

Dalam pandangan Islam,  haram bersekutu dengan kafir penjajah seperti AS. Pasalnya, ini merupakan persekutuan dalam dosa dan kezaliman.
Allah Swt telah menegaskan: 

Tolong-menolonglah dalam kebajikan dan takwa. Jangan kalian tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan (TQS al-Maidah [5]: 2).


Perdamaian Semu.
 
Umat Islam tidak boleh berharap pada lembaga asing.
Inilah ironi terbesar bagi dunia Islam.
Kaum penjajah tampil sebagai "juru damai" bagi umat Islam.
Padahal Allah Swt telah mengingatkan:

Allah sekali-kali tidak akan pernah memberikan jalan bagi kafir untuk menguasai kaum Mukmin (TQS an-Nisa' : 141).

BoP sejak awal dikendalikan oleh negara-negara penjajah, Amerika dan sekutunya menjadi aktor utama. Negara-negara Muslim hanya dijadikan pelengkap legitimasi. Ini bukan pola baru.
Dalam sejarah kolonialisme, penjajah selalu membentuk dewan internasional. Semua bertujuan sama, mengamankan kepentingan penjajah.

Umat tidak boleh mengharapkan solusi kepada siapa pun di luar Islam. Tidak pada PBB ataupun BoP.

Selama urusan gaza diputuskan oleh lembaga asing penderitaan akan terus dikelola dan dipelihara demi kepentingan Barat, bukan diakhiri. Islam menuntut urusan kaum muslimin diputuskan oleh hukum Allah, bukan pengadilan global. Dalam Islam Khilafah menjadi otoritas tunggal pengambilan keputusan jihad militer menjadi jalan pembebasan nyata.

Akan tetapi, persatuan ini tidak akan mungkin terwujud tanpa tegaknya Khilafah Islamiyah. Hanya institusi Khilafah yang dapat menyatukan seluruh wilayah Islam di dunia. Khilafah juga yang sanggup melindungi seluruh negeri Muslim.

Mengajak umat membangun kekuatan Islam global dengan bersatu dan menegakkan kembali Khilafah Rasyidah untuk melawan dominasi penjajahan AS dan Israel.Serangan AS dan Israel ini harusnya membuka mata kaum Muslim betapa rapuhnya kita hari ini. Tak ada satu pun yang melindungi umat dan negeri Muslim dari kejahatan negara-negara Barat. Satu-persatu negeri Muslim dihancurkan tanpa ada perlawanan dan perlindungan.

Hari ini jumlah umat Muslim lebih dari dua miliar jiwa. Akan tetapi, Nabi Saw. menggambarkan kita seperti buih di lautan. Banyak, tetapi lemah. Di antara penyebabnya, beliau sebutkan, karena umat dibelit penyakit al-wahn: cinta dunia dan takut mati.

Penyakit ini terutama berjangkit di kalangan para penguasa negeri-negeri Muslim. Mereka menjadi pengecut di hadapan kaum kafir imperialis karena takut kehilangan jabatan dan kekuasaan. Mereka malah memilih bersekutu dengan Israel dan menjadi kacung AS serta kafir penjajah lainnya.

Serangan ini juga seharusnya menjadi alaram keras bahwa Board of Peace yang disusun Donald Trump hanyalah omong-kosong dan batil. Tak ada perdamaian, kecuali sesuai dengan selera para penjajah.

Siapa pun yang akalnya masih sehat paham, bahwa yang dijamin keamanan dan perdamaiannya adalah Israel dan kepentingan AS. Bukan Palestina dan Gaza. Hanya mereka yang mati hatinya yang ngotot bertahan di BoP dan mau berkali-kali ditipu oleh AS dan Zionis Yahudi.

Umat tidak boleh mengharapkan  solusi kepada siapa pun di luar Islam. Umat  Muslim sedunia harus bersatu ini adalah kewajiban syar'i dan saling melindungi.

Wahai kaum Muslimin! Apakah belum jelas solusi atas keadaan kita sekarang ini? Kita wajib bersatu dalam ukhuwah islamiyah di bawah panji kepemimpinan Islam global

Hari ini tidak ada satu pun solusi yang masuk akal dan sesuai dengan hukum Islam untuk menyelesaikan serangan demi serangan negara-negara kafir penjajah terhadap kaum Muslim. Lalu mengapa kita masih tidak mau bergerak untuk menyatukan diri dan bersegera menegakkan kembali Khilafah Islamiyah?
Wallahu 'alam bishshowab.