Ilustrasi Pinterest
Oleh Ana
MediaMuslim.my.id, Opini_ Sangat miris keadaan generasi saat ini, dimana jiwa yang sehat begitu susah untuk di nikmati oleh anak-anak yang seharusnya itu menjadi hak mereka hidup di negeri yang kita cintai ini. Bagaimana tidak, jaman dahulu kita jarang sekali mendengar ada saudara kita yang bundir dan pada jaman itu kebanyakan orang dewasa yang bundir. Namun sekarang bukan hanya orang dewasa tetapi bundir juga menyasar pada anak-anak dimana yang pada hari ini kebahagiaan di standarkan dengan materi, ini suatu keniscayaan dalam sistem kapitalis di mana keuntungan yang menjadi prioritas utama tanpa mengindahkan kebahagiaan sejati yaitu kedekatan seorang hamba dengan Rabb Nya.
Baru-baru ini SKB kesehatan jiwa diteken oleh: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Arifah Fauzi, Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, serta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kemenkes menyatakan dari data " healing 119.id dan KPAI" ada empat faktor utama pemicu keinginan anak mengakhiri hidup ( konflik keluarga sebanyak 24-46 persen, masalah psiiologis 8-26 persen, perundungan 14-18 persen, serta tekanan akademik 7-16 persen).
Krisis kesehatan jiwa anak semakin meningkat dampak sistem kehidupan sekular liberal, paradigma dan nilai-nilai lslam ditengah masyarakat semakin tergerus oleh nilai-nilai sekular liberal dengan hegemoni media kapitalisme global. Pendidikan di keluarga, di sekolah dan di lingkungan masyarakat tidak berpijak pada akidah dan syariat lslam. Parameter sukses diukur dari kesuksesan yang bersifat materi.
Sistem sekular liberal kapitalistik harus menjadi musuh bersama umat. Perjuangan dakwah diarahkan untuk mengganti sistem tersebut menjadi sistem lslam. Negara menjalankan tanggung jawabnya sabagai rain dan junnah dalam melindungi anak dan keluarga dari kerusakan nilai sekuler, liberal kapitalistik. Paradigma politik dalam sistem pendidikan , sistem kesehatan dan sistem ekonomi harus terintegrasi diatur berdasarkan syariat lslam.
Social Plugin