Oleh Ummu Ash Shofi
BoP atau Board of Peace yang digawangi AS sebagai lembaga untuk mewujudkan perdamaian rupanya gagal menjalankan misinya. Pasalnya, perang yang dilakukan AS untuk menyerang Iran menjadi bukti nyata bahwa AS merupakan sumber kerusuhan dunia.
Adanya perang ini dapat menjadi alasan agar negara-negara anggota BoP keluar dari organisasi termasuk. Berbagai desakan dan wacana dilontarkan dari elemen masyarakat agar pemerintah Indonesia turut keluar dari keanggotaan BoP. Termasuk dari mantan wakil presiden Jusuf Kalla. Bersama para mantan duta besar, mereka meminta pemerintah keluar dari BoP. (republika.co.id, 14/03/2026)
Namun, pemerintah Indonesia terlihat tidak mau gegabah untuk keluar dari BoP. Sebab, seluruh pembahasan yang ada dalam perjanjian BoP sedang ditangguhkan.
Sejak bergabungnya Israel ke dalam anggota BoP, sejatinya sudah menunjukkan bahwa organisasi tersebut bukan untuk kepentingan manusia secara keseluruhan. Karena, kondisi mengenaskan rakyat Palestina merupakan ulah dari penjajahan Israel kepadanya. BoP dengan nyata membuktikan bahwa dirinya tidak mampu mewujudkan perdamaian. Hal ini tak lain karena pendiri sekaligus ketua BoP sendiri adalah yang memicu konflik yaitu AS.
Adapun keberadaan Indonesia dan sebagian negara lain yang bergabung dalam BoP sesungguhnya merupakan negara pengekor yang harus tunduk pada kemauan negara yang diikutinya. Dalam hal ini, AS sebagai negara adidaya merupakan negara yang diikuti Indonesia sehingga Indonesia tidak memiliki andil dalam menentukan arah BoP.
BoP adalah proyek kolonial AS untuk menguasai negeri-negeri muslim khususnya Palestina. BoP merupakan topeng untuk melegalkan penjajahan atas nama mewujudkan perdamaian dunia. Lihat saja bagaimana AS melakukan penyerangan terhadap Iran dan usahanya mendukung Israel untuk mengusir rakyat Palestina bahkan melakukan genosida.
Sikap pemerintah Indonesia yang masih bertahan di BoP menunjukkan bahwa Indonesia tidak berdaya terhadap politik luar negeri yang dibangun AS. Indonesia merupakan satu di antara sekian negara yang berada dalam dominasi AS. Artinya Indonesia terjajah secara politik.
Dalam kacamata Islam, bergabungnya Indonesia sebagai negeri muslim dalam BoP adalah haram. Sebab BoP menjadi strategi AS untuk menguasai Palestina. Satu-satunya solusi pembebasan Palestina adalah jihad fisabilillah di bawah satu komando pemimpin muslim. Bukan dengan bergabung kepada organisasi yang jelas-jelas memusuhi Islam dan kaum muslimin.
Oleh karena itu, sudah waktunya umat Islam dan para pemimpin muslim sadar bahwa mereka tidak boleh tunduk kepada sistem dan kebijakan sekuler yang bertentangan dengan ajaran Islam. Sungguh, umat Islam tidak boleh membiarkan orang-orang kafir menguasai mereka. Sebagaimana firman Allah Swt., dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 141. Wallahu a'lam bishowab. []

Social Plugin