Ilustrasi Pinterest
MediaMuslim.my.id, Opini_ Israel masih terus menutup akses ke masjid Al-Aqsa selama bulan ramadan, menghalangi para jamaah muslim untuk melaksanakan ibadah salat dan ritual keagamaan lainnya. Liga Arab mengutuk keras penutupan gerbang masjid Al-Aqsa yang telah berlangsung selama 16 hari tersebut. Liga Arab seperti di lansir dalam kantor berita Palestina, WAFA dan media Turki, TRT World menyebut tindakan Israel tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap status quo masjid Al-Aqsa. Liga Arab yg sah dan historis yang ditetapkan sejak lama mengingatkan bahwa langkah semacam itu juga melanggar hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional. (16/3/2026)
Umat Islam sejak tahun 1924 saat terakhir runtuh pada masa kekhalifahan Utsmaniyah sejak saat itu lah tidak ada lagi perisai junnah yaitu seorang khalifah sebagai pelindung bagi umat muslim dari musuh Islam, memberikan peluang kepada kafir penjajah untuk menyerang dan melakukan berbagai penindasan di belahan negeri-negeri muslim lainnya di dunia dan akan terus berlangsung selama tidak ada nya perisai umat.
Adanya kelahiran BoP yang dibidani oleh Amerika Serikat tidak akan menciptakan sebuah perdamaian akan tetapi adanya hegemoni Barat untuk memenuhi kepentingan mereka yaitu melakukan penjajahan dengan misi perampasan tanah sangat lah tampak. BoP bukanlah misi perdamaian untuk Palestina, akan tetapi sebuah misi yang menghancurkan negeri Gaza Palestina. Dengan adanya BoP Zionis tetep melakukan pembantaian di Gaza hal ini terjadi karena ketiadaan perisai umat Islam sebagai pelindung bagi kaum muslimin di negeri muslim. Zionis Yahudi di tanah Palestina sejatinya sebagai penjajah entitas kolonial yang ditancapkan sebagai imperialisme Barat di jantung dunia Islam.
Sistem kapitalisme sekuler tidak mengenal kebenaran, melainkan hanya menunjukkan kekuatan dan kepentingan negara adidaya yang mereka tunjukkan dengan menindas negeri muslim yang lemah.
Negeri Palestina tidak akan terbebas dari penjajahan Israel kecuali dengan adanya kekhalifahan Islamiyah. Keberadaan sebuah negara Islam yaitu daulah khilafah yang akan menjadi satu-satu nya perisai umat Islam yang akan mampu membebaskan Palestina dari penjajahan Zionis Yahudi. Kekuatan negara harus diimbangi oleh kekuatan negara, di bawah kepemimpinan seorang khalifah maka akan mampu menggetarkan musuh Islam, dan akan mengusir penjajah dari negeri Palestina.
Khalifah akan melaksanakan kewajiban jihad fisabilillah untuk mengusir penjajah dari tanah Palestina, dan membebaskan masjid Al-Aqsa. Penutupan masjdi Al-Aqsa membuat umat Islam tidak bisa melakukan ibadah selama bulan ramadan di masjid Al- Aqsa tersebut.
Keberadaan sistem khilafah Islamiyyah akan menghilangkan segala bentuk penindasan asing dari tanah Palestina, dan menolak semua perjanjian yang mengakui keberadaan entitas Yahudi.
Di mana perisai umat Islam saat ini? ketiadaan seorang pemimpin Khalifah sampai saat ini harus segera diupayakan diperjuangkan kembali untuk melanjutkan kehidupan Islam yang pernah berjaya di masa kegemilangan kekhalifahan Khulafaur Rasyidin sampai dengan tahun 1924.
Syariat Islam mengharuskan bahwa umat Islam harus melepaskan diri dari nilai-nilai nasionalisme yang telah menjadikan sekat yang membatasi negeri muslim tidak membantu saudara muslim lainnya yang di jajah oleh kaum kafir penjajah, nasionalisme akan membatasi dan melemahkan kedudukan umat Islam karena tidak adanya persatuan dari seluruh umat Islam di dunia ini. Sudah selayaknya umat Islam mengikis nilai nasionalisme, umat Islam harus bersatu melawan entitas Zionis Yahudi dan memperjuangkan tegaknya kembali khilafah Islam untuk membebaskan negeri-negeri muslim dari kaum kafir penjajah.
Penulis
Heli Setiyawati
Bogor
Social Plugin