Oleh: Rut Sri Wahyuningsih
Institut Literasi dan Peradaban
MediaMuslim.my.id, Opini--Board of Peace sudah ditandatangani, demikian pula berkali-kali kesepakatan gencatan senjata dibuat, namun Israel memang tak tahu diri, bisa jadi ia adalah jelmaan setan dalam diri manusia yang nyata tak pernah surut mengadakan serangan kepada rakyat Palestina.
Bahkan, terakhir, Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak. Dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul “The Rest of the Story”, setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023.
Ribuan warga ini disebut merupakan korban serangan bom termal dan termobarik, senjata yang dapat melenyapkan target tanpa meninggalkan jejak selain percikan darah atau potongan kecil tubuh (CNN Indonesia.com, 14-2-2026). Dan yang paling banyak menjadi korban adalah perempuan dan anak, baik terluka bahkan kehilangan nyawa. Para ahli dan saksi mata mengaitkan fenomena ini dengan dampak dari penggunaan sistematis senjata termal dan termobarik. Senjata yang dilarang secara internasional ini mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celsius.
Ahli militer Rusia, Vasily Fatigarov menjelaskan, senjata termobarik tidak hanya membunuh, tetapi juga melenyapkan materi. Tidak seperti bahan peledak konvensional, senjata ini menyebarkan gumpalan awan bahan bakar yang menciptakan bola api luar biasa besar dan efek vakum.
Data dari Pertahanan Sipil di Gaza memperkuat temuan ini. Sejak agresi dimulai pada Oktober 2023, mereka telah mendokumentasikan sebanyak 2.842 warga Palestina yang lenyap tanpa jejak (metrotvnews.com, 15-2-2026). Temuan ini menunjukkan tingkat brutalitas yang ekstrem. Senjata tersebut dilaporkan mampu menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celcius saat meledak. Suhu setinggi ini mengakibatkan tubuh manusia hancur seketika atau meleleh sepenuhnya, sehingga tidak meninggalkan jejak jenazah sama sekali untuk diidentifikasi maupun dimakamkan.
Biadab dan Tak Berperikemanusiaan
Kecanggihan teknologi persenjataan memang tak bisa dielakkan. Namun, penggunaan senjata termobarik oleh Israel menunjukkan kebiadaban modern dan tak berperikemanusiaan. Semakin jelas bahwa yang dilakukan oleh Israel adalah genosida. Bisa jadi, penggunaan senjata termodern ini adalah bagian dari uji coba dan rakyat Palestina kelinci percobaannya. Bukti, bahwa dalam Sistem Kapitalisme tak ada halal haram, siapa punya kuasa ia bisa berbuat apa saja. Israel mungkin kecil, ia tak benar-benar kuat dan digdaya, namun dengan dukungan AS, dunia seolah bertekuk lutut di hadapannya. Termasuk para pemimpin negeri muslim yang seharusnya memusuhinya.
Ini jelas pelanggaran berat HAM. Namun siapa yang mampu menghentikannya? PBB yang sebelumnya sudah lemah, dengan ditandatanganinya BoP jelas semakin lemah. AS seolah potong kompas melihat lambatnya PBB merespon setiap inisiatif darinya. Terlebih, arogannya AS ingin menunjukkan siapa yang berkuasa di dunia ini di hadapan negara-negara Eropa sekutunya. Busuknya, negeri kaum muslim malah membebek dan menjadikan ketika AS sebagai perlindungan. Yakinkah mereka ketika aman di dunia maka aman pula di akhirat?
Kejahatan Israel tak bisa ditolerir dan diberikan solusi damai. Kerusakan yang dilakukan melampaui batas dan harus dihentikan dengan jihad oleh tentara kaum muslimin. Sistem Kapitalisme memberikannya peluang semakin tak terbendung siapapun.
Khilafah Akan Serukan Jihad Habisi Penjajahan
Sebuah kewajiban untuk memerangi Israel yang telah membantai kaum muslimin. Tidak boleh ada upaya untuk berdamai, mengalah, apalagi memberikan jalan bagi Israel untuk menguasai negeri-negeri kaum muslimin. Tak boleh ada kesepakatan apapun, entah itu solusi dua negara, Abraham Accord, hingga yang terakhir BoP. Beredar video Trump begitu panik, saat ia pidato di depan podium dan ada yang meneriakkan Allahu Akbar, hanya satu kata, dan ia tahu apa artinya. Bagaimana jika seluruh kaum muslim di dunia bersatu dan melakukan jihad atas komando seorang pemimpin mulia kaum muslim, Khalifah?
Maka, perlu memahami hukum jihad dengan benar dan mendalam hingga bisa diterapkan nyata sebagai amal tertinggi kaum muslim. Jelas, jihad tak bisa diwujudkan tanpa adanya kesatuan pemikiran, perasaan dan peraturan dari kaum muslim sendiri, persatuan inilah yang kelak membentuk kesatuan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia. Sebagaimana paniknya pasukan Romawi di Perang Yarmuk melihat ketangguhan pasukan kaum muslim.
Atau Perang Badar, yang memorakporandakan Pasukan Quraisy, sekaligus sukses menancapkan kafir dan mukmin dengan tegaknya negara Islam di Madinah pimpinan Rasûlullâh Saw. Dan perang-perang lainnya yang menjadi kewajiban syariat dalam menghapuskan halangan tersebarnya Islam ke seluruh alam. Maka kepemimpinan Islam sangat dibutuhkan untuk menyatukan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia. Karena itu, perjuangan menegakkan sistem Islam dan kepemimpinan Islam sangat penting.
Tak bisa tidak, perang melawan kafir (Jihad) adalah satu-satunya cara menciptakan perdamaian dan menghapus penjajahan. Allah SWT. berfirman yang artinya,” Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (TQS Al Baqarah:190).
Perang dalam Islam, diharamkan melampaui batas, termasuk penggunaan senjata Termobarik, sebab, jelas tujuan jihad dalam Islam bukan semata penguasaan wilayah, namun untuk dakwah dan penerapan Islam secara kafah. Wallahualam bissawab.

Social Plugin