Keracunan MBG Berulang, Negara Gagal Menjamin Gizi Generasi.

Ilustrasi Pinterest
Oleh Kartika Septiani 


MediaMuslim.my.id, Opini_ Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG terus berulang. Data terbaru terjadi di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah. Jumlah siswa keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mencapai 118 orang dan harus menjalani perawatan dirumah sakit. Dari 600 orang siswa yang mengalami keracunan, sisanya memilih untuk menjalani perawatan di rumah. ( kompas.tv.com, 29/01/2026) 

Kasus keracunan MBG yang kian hari makin bertambah banyak sejak dijalankannya program ini, kenyataannya tidak ada evaluasi serius dan asal-asalan sedari awal. Seperti halnya kehigienisan dapur, kebersihan makanan dan tempat yang digunakan, hingga ketepatan waktu memasak dengan pendistribusian kurang memuaskan sebab terkadang ada makanan yang sudah basi atau kurang matang dimasak.

Selain dari kasus keracunan yang terus berlanjut, rakyat pun mengeluhkan bahwa isi piring untuk Makan Bergizi Gratis ini kenyataannya kurang bergizi. Mayoritas diisi oleh produk olahan pabrik dan makanan minim gizi seperti makanan berbahan tepung dan biskuit pabrikan. Padahal, generasi butuh isi piring yang berkualitas dengan kandungan gizi yang baik untuk menunjang potensi pertumbuhan mereka. 

Program Utopis Kapitalis

Keracunan makan bergizi gratis dan isi piring yang minim gizi ini adalah bukti dari gagalnya negara menjamin keamanan dan gizi bagi generasi. Negara menyepelekan, lalai dan tidak mengontrol berjalannya program ini dengan baik dan berkelanjutan.

Padahal, anggaran untuk program tersebut memakan biaya sebesar  1,2 triliun perhari. Yang dimana anggaran program ini adalah hasil dari pemangkasan anggaran prioritas seperti pendidikan dan kesehatan. 

Beginilah ironi fakta dari negara yang menganut sistem buatan manusia. Program yang dibuat berorientasi kepada proyek yang menguntungkan segelintir orang, bukan kemajuan generasi. Berasas kepada manfaat dan tidak pedulikan rakyat yang menanggung akibatnya. Negara tidak menjadi pengurus dan pelindung rakyat. 

Islam Menjamin Gizi Generasi


Berkebalikan dengan bagaimana aturan Islam menjadi sistem yang mengatur negara. Negara yang menerapkan aturan Islam sebagai aturan negara akan menjadi pengurus dan pelindung rakyat. Pemenuhan kebutuhan pokok mulai dari sandang, pangan dan papan. Pemenuhan gizi generasi dilakukan secara merata dan berkualitas  yang dapat dijangkau oleh seluruh wilayah hingga ke daerah terpencil.

Negara pun wajib menjamin kesehatan dan pendidikan. Tidak mengorbankan anggaran yang lain karena semua sama pentingnya jika itu menyangkut hak rakyat untuk keamanan dan kesejahteraan rakyat. Dengan begitu rakyat akan merasakan kemakmuran dan kesejahteraan buah dari negara dengan penerapan aturan Islam secara keseluruhan.

Wallahu a'lam bishshawab