Islam Menjamin Masa Depan Generasi

Ilustrasi Cinzia Cessa
Oleh: Salis F. Rohmah


MediaMuslim.my.id, Opini_ Mengejutkan. KPAI menyebut data bunuh diri anak di Indonesia adalah yang terbanyak di Asia Tenggara. Hal ini harusnya menjadi alarm darurat bagi seluruh pihak berkaitan dengan kualitas masa depan bangsa.

Seperti yang heboh terjadi awal tahun ini. Pilu hati ini mendengar kabar bahwa terdapat siswa kelas IV sekolah dasar di NTT yang tewas gantung diri karena tak mampu beli buku dan pulpen. Sementara harga dua barang tersebut tak sampai Rp 10.000. Sebelum tragedi naas tersebut siswa yang bersangkutan juga ditagih uang sebesar Rp 1,2 juta oleh pihak sekolah. Diduga karena faktor ekonomi itulah siswa tersebut nekat mengakhiri hidup dan meninggalkan pesan dalam surat untuk ibunya agar merelakan kepergiannya.

Pada kasus ini membuktikan bahwa jaminan pendidikan dasar belum sepenuhnya diberikan oleh negara sebagai hak warga negara. Padahal Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasa 31 Ayat (2) menyatakan: "Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya."  Mirisnya untuk nominal Rp 10.000 saja harus mengorbankan nyawa seorang anak di wilayah timur Indonesia. 

Memang untuk rakyat miskin nominal tersebut bukanlah kecil. Bisa jadi itu harga besar yang bisa didapat dalam sehari untuk mengisi perut. Beban biaya sekolah ternyata masih terlalu tinggi bagi rakyat miskin hingga tak mampu menjangkaunya. 

Kini harga yang sangat besar yang harus dibayar oleh semua pihak terutama negara untuk memperbaiki. Tidak hanya pendidikan, tapi juga pangan, kesehatan hingga keamanan yang harusnya menjadi hak komunal masyarakat. 

Ya, masalahnya saling berkaitan. Bukan hanya pendidikan kapitalistik, tapi sistem kehidupan kapitalisme hari ini lah yang terus menerus membebani masyarakat. Akses hidup hanya bisa dijangkau rakyat berduit. Sedangkan negara tak pernah benar-benar hadir untuk rakyat. Rakyat menjerit. Bukan hanya satu dua kasus bunuh diri terjadi. Bahkan Indonesia menempati urutan pertama kasus bunuh diri anak terbanyak se-Asia Tenggara.

Negara yang visioner seharusnya bertanggungjawab atas beban biaya pendidikan atas anak. Tidak semua biaya pendidikan harus dibebankan kepada orang tua. Karena tidak bisa dipungkiri pendidikan yang berkualitas juga tetap perlu biaya untuk mengadakan. Negara yang memiliki cita-cita generasi emas sudah seharusnya memiliki rancangan strategis pula untuk mengembangkan pendidikan generasinya.

Hal itu pula yang dijalankan oleh Negara Islam yang mewajibkan masyarakat menuntut ilmu. Karena Islam memuliakan ilmu dan orang-orang yang berilmu. Maka negara yang berlandaskan akidah Islam akan memudahkan warganya untuk menjalankan kewajibannya. Dan memang sudah menjadi kewajiban negara untuk memenuhi kebutuhan komunal masyarakat. Negara Islam dapat membiayai kebutuhan komunal tersebut dari kantong Baitul Mal.

Sistem Islam juga mengatur perlindungan dan keamanan anak dalam keluarga dan lingkungan sosial. Misal, media sosial akan dikontrol negara jika dinilai dapat membawa informasi berbahaya bagi anak. Dengan begitu tumbuh kembang anak dapat lebih baik dengan lingkungan dan sistem yang berlandaskan wahyu Pencipta. Dengan demikian Islam Rahmatan Lil 'alamin pun akan terwujud dalam kehidupan. 

Wallahu a'lam bishshawab.