Ilustrasi Lerrita Sterling
Oleh : Amy Musa
MediaMuslim.my.id, Opini_ Sebuah investigasi yang dilakukan oleh Al-Jazeera Arabic mengungkap fakta mengerikan terkait agresi militer Israel di Jalur Gaza. Ribuan warga Palestina lenyap diduga akibat senjata yang digunakan milik Israel sejak Oktober 2023.
Dugaan penggunaan amunisi termal dan termobarik berdasarkan laporan investigasi kusus yang berbasis di Qatar. Investigasi tersebut dilansir Anadolu Agensi, Jum'at (13/2/26) dengan judul " The Rest off the Story " yang ditayangkan pada Senin, 9/2 waktu setempat.
Dalam liputan tersebut, lenyapnya ribuan warga Palestina dikaitkan dengan penggunaan senjata bersuhu tinggi oleh Israel.
Apa itu senjata termal dan termobarik ?
Sering juga disebut bom vakum/aerosol. Ahli militer Rusia Vasily Fatigarov menjelaskan senjata termobarik tidak hanya membunuh, tetapi juga melenyapkan materi. Tidak seperti bahan peledak konvensional, senjata ini menyebarkan gumpalan awan, bahan bakar yang menciptakan bola api luar biasa besar.
Direktur Jenderal Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza, Dr. Munir Al Bursh menjelaskan dampak biologis dari panas ekstrim tersebut pada tubuh manusia yang 80 persennya terdiri dari air, dan titik didih air adalah 100 derajat Celcius. Ketika tubuh terpancar energi lebih dari 3000 derajat celcius yang dikombinasikan dengan tekanan dan oksidasi yang sangat besar, cairan akan mendidih seketika, jaringan akan menguap dan berubah menjadi abu.
Berdasarkan penyelidikan, panas yang sangat tinggi ini seringkali dihasilkan oleh tritonal, campuran TNT dan bubuk aluminium yang digerakkan dalam bom buatan Amerika seperti MK-84 dengan bobot 900kg yang diduga mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat celcius. Beberapa tipe amunisi lainnya seperti BLU- log yang mampu yang mampu menciptakan bola api besar didalam ruang tertutup. Pernah digunakan Israel dalam serangan di Al Mawasi Jalur Gaza, September 2024. Ada GBU-39, mampu membunuh melalui gelombang tekanan yang merusak paru paru dan gelombang termal yang membuka jaringan lunak, dalam serangan di sekolah Al Tabin.
Penggunaan senjata ini di kawasan padat penduduk sejatinya dilarang keras oleh hukum internasional.
Palestina bagi Islam
Palestina adalah tempat dakwah para Nabi, berbagai bangsa ada didalamnya. Wilayah ini kemudian dikuasai oleh Romawi, Rusia dan Bizantium. Islam masuk pada abad ke 7, wilayah ini dikelola oleh berbagai ke Khilafahan Islam. Setelah Perang Dunia 1, Inggris menguasai wilayah tersebut. Deklarasi Balfour (1917) mendukung pembentukan tanah air nasional bagi bangsa Yahudi, kemudian memicu imigrasi Yahudi dan konflik dengan penduduk Arab Palestina. PBB mengusulkan pembagian Palestina, dan pada Mei 1948 Israel memproklamirkan kemerdekaan, mengakibatkan pengungsian masal (Nakba).
Palestina adalah tanah wakaf umat Islam sehingga kewajiban membela Palestina ada dipundak setiap kaum muslim. Penjajahan Israel atas Palestina yang menjadi konflik hingga saat ini tidak bisa di selesaikan melalui perundingan atau negosiasi maupun solusi dua negara melainkan dengan jihad fisabilillah yang di pimpin oleh Kholifah yang akan mampu menggerakkan militer umat Islam dan itu hanya ada dalam Daulah Khilafah.
Social Plugin