Tembok Pemisah Gaza, Ambisi Penjajahan Zionis


Oleh Ummu Ghoza

Jalur Gaza kini masih terbenam dalam kesedihan yang mendalam. Di tengah penderitaan yang tak kunjung usai, militer entitas Zionis Israel diam-diam menyelesaikan pembangunan tembok tanah raksasa yang membelah wilayah Gaza menjadi dua. (republika.co.id, 12/7/2026).

Keberadaan penghalang sepanjang 23 kilometer ini baru terungkap melalui rekaman citra satelit, yang menunjukkan pembangunannya berlangsung sembunyi-sembunyi selama berbulan-bulan terakhir. Akibatnya, jutaan warga Palestina kini semakin terdesak hanya menempati jalur sempit di sepanjang pesisir.

Langkah ini sekaligus memperluas kendali militer Israel jauh melampaui batas yang disebut "Garis Kuning". Wilayah yang dikuasai kini merambah hingga mencakup sekitar 65 persen dari seluruh daratan Jalur Gaza. Tembok raksasa itu memotong jalur pemukiman yang dulunya dihuni lebih dari dua juta jiwa—kawasan yang kini tinggal puing setelah berulang kali dihajar serangan udara dan pengepungan ketat.

Pembangunan tembok pemisah ini menjadi bukti nyata ambisi Zionis untuk menguasai seluruh wilayah Gaza tanpa menyisakan ruang bagi rakyat Palestina. Semakin jelas bahwa Israel tak akan pernah memberikan kemerdekaan yang sesungguhnya, sekalipun dunia internasional berseru menentang. Rencana seperti Pemerintahan Palestina Sementara atau gagasan "Gaza Baru" hanyalah propaganda penipuan belaka. Berharap Israel akan mengakui kedaulatan Palestina adalah harapan yang sia-sia.

Umat Islam tak boleh lagi tertipu oleh janji-janji dari negara kafir maupun tawaran damai semu. Berdamai dengan entitas Zionis Israel hukumnya haram. Menegakkan jihad untuk membebaskan Palestina adalah kewajiban fardhu kifayah bagi seluruh umat Islam di dunia.

Saat ini, kekuatan umat belum mampu menegakkan jihad secara sempurna karena belum tegaknya Khilafah. Kita juga harus terus membuka mata umat terhadap pengkhianatan para penguasa muslim yang kerap membiarkan bahkan memuluskan keinginan penjajah. Maka dari itu, seluruh perhatian dan perjuangan harus kita arahkan kembali untuk menegakkan Khilafah. 

Khilafah adalah sesuatu yang harus diperjuangkan penegakkannya karena Khilafah adalah mahkota kemuliaan. Tidak ada instistusi lain yang mampu menerapkan semua syariat Islam termasuk menyerukan jihad selain Khilafah. Hanya di bawah kepemimpinan Khilafah yang sah, umat akan memiliki benteng yang kokoh bagi Palestina dan seluruh kaum muslimin. Persatuan yang utuh di bawah naungan Khilafah adalah satu-satunya kunci kemenangan, agar umat tidak lagi mudah dipecah belah, ditipu, maupun dijajah. Waallahu'alam bisshoab. []