Halal Sebagai Customer Value, Mengapa Bukan Syariat?

 

Ilustrasi: syariat Kaffah (pinterest)

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih

Institut Literasi dan Peradaban


MediaMuslim.my.id--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim meraih tiga penghargaan UB Halal Metric Award 2026. Penghargaan itu meliputi dua Gold Winner pada kategori Commitment to the Development of Halal Infrastructure 2026 dan Commitment to the Development of Halal Education 2026, serta satu Silver Winner pada kategori Commitment to the Development of Halal Innovation, Collaboration, and Public Empowerment 2026.


Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebutkan peraihan penghargaan sebagai hasil sinergi pemerintah kabupaten/kota, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta kalangan akademik (Antaranews.com, 5-5-2026).


Khofifah menyatakan pemerintah provinsi setempat akan terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah dengan menjadikan produk halal sebagai salah satu pilar utama pengembangan ekonomi daerah. Menurutnya, halal sudah menjadi customer value, bukan hanya sisi religiusnya tapi ada value di dalamnya.


Penghargaan tersebut diserahkan Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang mewakili Khofifah. Berdasarkan data Pemprov Jawa Timur, dari total 124 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di Indonesia, sebanyak 15 LPH berada di Jawa Timur. Selain itu terdapat 85 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dari total 393 LP3H nasional.


Jawa Timur juga memiliki 16.424 pendamping Proses Produk Halal (PPH) dari total 129.368 pendamping secara nasional sebagai bagian penguatan ekosistem halal. Jawa Timur juga dikenal sebagai provinsi dengan banyak pesantren, Khofifah hendak menjadikan pesantren menjadi mesin penggerak produk halal.


Mengapa Islam Dimutilasi?

Terasa janggal, negeri dengan mayoritas beragama Islam justru menjadikan halal hanya sebagai customer value, religius dan berdaya guna. Lebih parahnya lagi dikompetisikan, seolah kelak berlaku wilayah daerah yang kalah atau nilainya rendah di mata juri maka halal di sana tidak berlaku, nauzubilah! Untuk urusan sejahterakan rakyat malah dikompetesikan, benarkah untuk rakyat atau sekadar pemuas syahwat.


Inilah jebakan Kapitalisme yang menjadikan halal sekadar komoditas, yang mampu membeli apapun. Padahal halal haram adalah pembeda bagi manusia apakah ia beriman atau kafir.


Pertanyaannya, mengapa Islam Dimutilasi sedemikian rupa hingga hanya tinggal halal? itu pun kata halal sudah dimodifikasi, yaitu hanya pada industri makanan, kosmetik dan lainnya. Padahal Islam jelas bukan hanya agama yang mengatur ibadah dan akidah pemeluknya, namun Rahmat untuk sekalian alam, karena ketika syariat Islam diterapkan secara nyata dalam kehidupan, saat itulah Islam memperlihatkan maslahat yang berbeda dengan maslahat ala manusia.


Sistem Kapitalisme yang diemban negara-negara barat, terutama Amerika Serikat meniscayakan adanya monsterisasi terhadap agama Islam. Sebab selain sistem ini dibangun di atas asas sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan), kedua karena Islam sajalah yang ketika diterapkan sebagai sistem pemerintahan mampu memberikan keadilan yang luar biasa yang tak bisa dilakukan oleh agama-agama lain di dunia ini. Dan yang terparah, kapitalisme sangat takut hegemoni terhadap negeri -negeri muslim akan lenyap pula.


Kapitalisme Harus Dicabut

Maka, mengambil halalnya saja dan meninggalkan syariat secara keseluruhan adalah perbuatan bodoh yang justru mengundang petaka. Allah SWT.berfirman yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir).”  (TQS An-Nisa :150).


Maka, menjadi kewajiban kita kaum muslim untuk tidak berhukum kepada hukum selain Allah meski itu terlihat lebih bebas, sebab ketakutan akan adanya kepastian penerapan Islam hanya ada pada hati-hati yang kotor dan penuh dosa. Wallahualam bissawab.