Ilustrasi Pinterest
Oleh: Linda Maulidia, S.Si
MediaMuslim.my.id, Opini_ Aksi razia untuk menanggulangi pelanggaran yang dilakukan siswa masih menjadi andalan. Razia dilakukan sebagai upaya menegakkan disiplin dan rasa bertanggung jawab kepada siswa madrasah serta sebagai tindak lanjut penertiban tatib yang telah dilakukan sebelumnya sekaligus mengingatkan siswa supaya tidak melakukan pelanggaran yang mengakibatkan sanksi maupun hukuman.
Baru-baru ini Satpol PP Kota Bengkulu mengamankan sejumlah pelajar perempuan yang nekat menyamar menjadi laki-laki untuk membolos sekolah. Mereka kedapatan sedang nongkrong dan merokok di warung saat jam pelajaran berlangsung, Jumat (13/3/2026). Alasan mereka agar dapat membolos bersama pelajar laki-laki dengan lebih leluasa tanpa menimbulkan kecurigaan dari masyarakat sekitar. (Kompas.com, 13/3/2026)
Petugas gabungan Satpol PP Kabupaten Mojokerto mengamankan 27 siswa jenjang SMP dan SMA/SMK, dalam razia penertiban yang digelar di tiga kecamatan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Puluhan pelajar itu tertangkap basah sedang bersantai di warung kopi, saat jam pelajaran sekolah berlangsung. (Tribunnews.com, 5/2/2026)
Razia di sekolah sebagai salah satu upaya menekan dan mengurangi terjadinya pelanggaran yang di lakukan siswa di sekolah kerap di lakukan. Hanya saja, beragam modus baru agar tidak diketahui pihak sekolah atau masyarakat sekitar, justru bermunculan. Sehingga dapat kita tarik kesimpulan bahwa semata-mata razia tidak akan mampu membangun karakter siswa yang disiplin dan taat aturan, namun dibutuhkan komponen-komponen penunjang lainnya.
Sekularisme Akar Masalah
Pelanggaran yang dilakukan oleh siswa di sekolah dengan berbagai modusnya, meski kerap dilakukan razia, adalah bagian dari problem generasi yang semakin menjadi saat ini. Kenakalan remaja, pergaulan bebas, aborsi, narkoba, tawuran, kekerasan hingga bullying seakan semakin biasa terjadi.
Semua ini tak lepas dari penerapan sistem kapitalisme sekuler dalam bernegara dan dalam dunia pendidikan terbukti telah gagal dalam membentuk generasi yang berkepribadian luhur,penyusunan kurikulum yang kerap berubah-ubah menjadikan sekolah dan guru tidak berfungsi sebagaimana seharusnya, begitu pula tata pergaulan yang serba bebas menjadikan generasi jauh dari norma agama dan individualistis, belum lagi gempuran dari media sosial yang cenderung mempertontonkan kekerasan dan pergaulan bebas, telah memberikan pengaruh yang buruk terhadap perkembangan jiwa dan emosi generasi yang tengah labil. Ditambah lagi hilangnya fungsi orang tua dalam mendidik anak-anaknya karena kesibukannya dalam mencari nafkah, sehingga pendidikan anak diserahkan sepenuhnya kepada sekolah.
Saatnya Solusi Islam
Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Islam memandang generasi adalah penerus peradaban dan pemimpin terbaik. Dengan sudut pandang inilah Islam akan menjaga generasi secara komprehensif dengan Syariat Islam.
Dalam perkara menjaga dan mewujudkan generasi terbaik, sudah seharusnya pula untuk merujuk kepada sistem terbaik yakni sistem Islam, agar generasi terbebas dari segala bentuk penjajahan baik fisik maupun non fisik. Dalam sejarah peradaban Islam, satu-satunya pembentukan generasi emas yang cerdas serta menguasai banyak bidang ilmu tentu lahir dari sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan Islam menjadikan aqidah Islam sebagai dasar kurikulumnya. Sehingga output yang dihasilkan dapat membangun para generasi dengan kepribadian Islam yang mereka miliki, yakni pola pikir Islam (aqliyah) dan pola sikap Islam (nafsiyah).
Maka tidak heran, dari sistem pendidikan Islam generasi muda yang terwujud adalah sosok individu-individu yang shalih dan shaliha, berkepribadian Islam, taat aturan dan senantiasa terbalut dalam ketinggian adab dan akhlak. Mereka juga akan membangun intelektualitas mereka dan mendedikasikan keilmuannya demi kemashlahatan ummat. Idealisme yang mereka miliki dimanfaatkan sebagai sosok agen perubahan demi terwujudnya sebuah peradaban yang gemilang. Profil inilah semestinya menjadi role model bagi generasi muda dewasa ini, yang dapat membawa perubahan kearah peradaban gemilang. Dengan demikian tidak ada jalan lain bagi negeri ini untuk mewujudkannya, kecuali dengan menerapkan syari’at Islam kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahua’lam.
Social Plugin