Ilustrasi Faridatulbadriyah
Oleh: Julia Ummu Adiva Farras
MediaMuslim.my.id, Opini_ Melihat problematika umat yang disuguhkan setiap hari hampir membuat diri terus mengelus dada sembari berjsstoght, bagaimana tidak? Huru hara setiap kebijakan yang di buat oleh pemerintah membuat rakyat makin menderita, ditambah dengan kondisi yang saat ini sangat carut marut mulai dari perekonomian, pendidikan, kesehatan hingga geo politik.
Di dalam Islam tidak dibenarkan jika seseorang hanya berdiam diri ketika melihat kemungkaran di depan mata, apalagi sampai bungkam tak bersuara hanya takut menyuarakan kebaikan, padahal setiap perkataan yang keluar dari lisan seorang muslim jika itu kata-kata yang baik maka akan di catat sebagai sedekah yang sangat berpelukan pahala besar. Seperti dalam hadits berikut:
الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
Artinya: "Perkataan yang baik adalah sedekah". (HR. Bukhori)
Maka tidak ada alasan bagi kita bersikap apatis tanpa adanya tindakan.
Rasulullah saw telah menegaskan bahwa sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau. Hadis riwayat Sahih Muslim tersebut mengingatkan kita bahwa standar kebenaran dalam kehidupan seorang Muslim bukanlah tren, opini, atau kebiasaan yang berkembang di tengah masyarakat, apalagi viral, melainkan Al-Qur’an dan sunah. Ketika umat mulai menjauh dari dua sumber utama ini, maka berbagai penyimpangan pemikiran dan praktik kehidupan pun mudah bermunculan. Karena itu, pembinaan umat berbasis pemikiran Islam menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan.
Umat Islam hari ini menghadapi arus pemikiran yang begitu deras, baik dari ideologi, budaya, maupun gaya hidup yang tidak selalu sejalan dengan ajaran Islam. Tanpa fondasi akidah yang kokoh dan pemahaman syariat yang benar, umat akan mudah terombang-ambing. Oleh sebab itu, upaya mengembalikan umat kepada Al-Qur’an dan sunah sebagaimana dipahami dan diamalkan oleh generasi terbaik menjadi langkah strategis untuk membangun kembali jati diri dan kekuatan umat.
Di sinilah peran para dai dan daiyah menjadi sangat penting. Mereka bukan sekadar penyampai ceramah, tetapi pembimbing umat dalam berpikir dan bersikap sesuai tuntunan Islam. Dakwah yang dilakukan secara konsisten dan penuh kesadaran akan mampu menuntun umat kembali kepada fitrahnya, yaitu hidup dalam aturan Allah Swt.
Lalu, sejauh mana kita telah menjadikan Al-Qur’an dan sunah sebagai standar dalam berpikir dan bertindak? Tantangan apa saja yang paling nyata dalam membina umat di tengah arus pemikiran saat ini? Dan bagaimana strategi dakwah yang seharusnya dilakukan agar pembinaan umat benar-benar mampu mengembalikan mereka kepada ajaran Islam secara kaffah? Jawabannya tidak lain adalah terus menempa diri dengan ilmu, terutama ilmu agama, memperkuat aqidah karna ia sebagai tameng ketika kita berada di tengah keramaian maupun sedang sendiri di saat kemaksiatan, kedzliman terus menerpa. Sebab untuk menjalani kehidupan ini manusia butuh aturan, aturan yang sesuai dengan fitrah manusia yaitu aturan yang sudah Allah tunjukkan. Setelah itu, bagaimana kita mengambil peran tersebut dan sembari mengupayakan agar tercipta masyarakat yang islami, ketika itu akan tercipta secara berbondong-bondong masyarakat ingin menerapkan aturan kehidupan yang bercahaya bak menyinari alam semesta, itu semua tidak lain ialah kembalinya kehidupan Islam dalam payung khilafah ala minhaji nubbuwah.
Wallahu a'lam bish-shawab[].

Social Plugin