Bencana Alam: Akibat Salah Kelola Sistem atau Ujian dari Allah?


Ilustrasi Pinterest
Oleh Lia Fitri, Purwakarta


MediaMuslim.my.id, Opini_ Innalillahi wa innailaihi rajiun dalam beberapa bulan ini terhitung dari akhir tahun kemarin hingga awal tahun ini banyak duka di Indonesia. Bencana alam datang silih berganti luapan banjir, tanah longsor, gempa bumi, puting beliung hingga erupsi gunung merapi yang seolah-olah duka ini tak ingin beranjak dari bumi tercinta.

Deforestasi (pengalihan fungsi lahan), pemukiman, pengaspalan jalan dan pembangunan lainnya telah menyebabkan air hujan tidak terserap dan menjadi bencana banjir. Ini merupakan akibat dari penerapan aturan yang rusak Kapitalisme sekuler dimana uang, kekuasaan, keserakahan menjadi tujuan utama untuk mendapatkan kebahagiaan.

Padahal jelas sudah dikabarkan oleh Allah Swt dalam Al-Quran yang artinya: 
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" (Qs. Ar-Ruum: 41)

Ternyata masalah banjir sudah dibahas dalam Al-Qur'an yang menceritakan bahwa kaum Ad, negeri Saba dan kaumnya Nabi Nuh pernah menjadi korban banjir dan juga terdapat kisah-kisah dari beberapa surat-surat di dalam Al-Qur'an seperti surat Hud: 32-49, Al-'Araf: 65-172 dan surat Saba: 15-16.

Sistem Islam menawarkan solusi dalam mencegah terjadinya banjir dengan membangun bendungan-bendungan untuk menampung curah air hujan, air sungai dan lainnya, memetakan daerah rawan banjir dan melarang penduduk membangun pemukiman didekat daerah tersebut, melakukan pembangunan sungai buatan, kanal, penyediaan daerah resapan air, negara juga akan memberikan sanksi bagi siapa saja yang melanggar kebijakan-kebijakan negara tanpa pernah pandang bulu.

Tercatat dalam sejarah bahwa pada tahun 970 masehi, orang-orang Yaman dibawah negara yang berlandaskan sistem Islam telah berhasil membangun bendungan Parada dekat Madrid, Spanyol. Hingga kini bendungan-bendungan yang dibangun pada masa keemasan Islam, masih bisa dijumpai di kota Kordoba diantara bendungan masyhur di Kordoba adalah bendungan guadalquivir yang diarsiteki oleh Al-Idris. Bendungan ini didesain sedemikian rupa hingga bisa difungsikan untuk alat penggilingan hingga sekarang.