Oleh Ummu Ghoza
Setiap lebaran, terjadi mudik, kemacetan, dan kecelakaan yang berulang. Korlantas Polri mengungkap angka kecelakaan yang terjadi selama arus mudik Lebaran 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, kecelakaan maut terjadi di Tol Pejagan-Pemalang (PPTR) KM 290 jalur B antara Bus dengan mobil. Sejumlah empat orang penumpang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka. (Kumparan.com, 19/3/2026)
Sementara itu, kemacetan dan penumpukan kendaraan roda dua dan roda empat di Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, masih terjadi. Antrean kendaraan mengular hingga Pura Tirta Segara Rupek atau delapan kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk. Pada Selasa (17/03), volume kendaraan meningkat yang mengakibatkan kemacetan panjang hingga 20 kilometer dengan ekor antrean sampai Kecamatan Melaya.
Seorang ibu rumah tangga asal Kebumen, Jawa Tengah juga dilaporkan meninggal dunia setelah pingsan saat mengantre berjam-jam di dalam bus untuk keluar dari Bali. Sebelumnya, sebanyak 17 pemudik juga tumbang akibat kelelahan dan paparan cuaca panas saat mengantre masuk kapal.
Tradisi mudik yang bisa menimbulkan risiko macet bahkan kecelakaan terus terulang terjadi seolah tidak ada solusi agar kemacetan dan kecelakaan tak terulang. Bukan masalah lonjakan kendaraan, tapi yang menjadi persoalan adalah mobilitas publik yang belum merata mengakibatkan pilihan kendaraan pribadi menjadi andalan. Banyaknya kendaraan pribadi juga menunjukkan sistem transportasi massal yang lemah.
Oleh karena itu, dibutuhkan solusi jangka panjang penguatan layanan publik. Bukan solusi tambal sulam seperti pengaturan lalu lintas yang bersifat sementara yang terus diulang. Bukan hanya rekayasa lalu lintas tahunan.
Upaya pemerintah tersebut tidak menyentuh akar masalah. Seperti rekayasa lalu lintas dengan one way atau contraflow bukan solusi sepenuh hati. Faktanya jumlah kendaraan melampaui kapasitas jalan sehingga kecelakaan tetap terjadi. Hal ini karena adanya masalah pada layanan transportasi massal. Masyarakat tidak mendapatkan transportasi aman, nyaman, dan terjangkau. Jadi masyarakat terpaksa menggunakan kendaraan pribadi. Sementara itu, kondisi jalan tidak sebanding dengan banyaknya kendaraan pribadi. Diperparah lagi tidak sedikit jalan yang sepenuhnya normal sehingga kecelakaan bisa saja terjadi. Ini menunjukkan negara abai dengan rakyatnya.
Dalam Islam, kholifah (pemimpin negara) mempunyai amanah riayah suunil ummah (bertanggungjawab atas urusan rakyatnya). Sebagaimana sabda Rasulullah saw,
"Imam/pemimpin adalah pemelihara dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya" (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi dalam setiap aktivitas publik, khilafah harus menjamin keamanan dan kenyamanan, serta pelayanan perjalanan publik. Tidak cukup hadir saat masalah muncul, sejak awal negara dalam sistem Islam (Khilafah) telah merancang sistem yang mencegah masalah. Untuk memudahkan mobilitas masyarakat, para Khalifah (pemimpin) dengan sebaik-baiknya membangun infrastruktur jalan dan sarana umum. Terkenal di masa Khalifah Umar bin Khattab yang sangat memperhatikan kualitas jalan, dan fasilitas publik. Demi keselamatan semuanya, sang khalifah merasa sangat berdosa jika ada unta atau keledai yang terperosok karena jalan yang rusak.
Khilafah menyediakan layanan publik yang memadai, transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau. Menjamin jalan dalam kondisi baik dan cukup menampung kebutuhan masyarakatnya. Firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 195 yang artinya "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan." Ayat ini menunjukkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Sistem jalan dan layanan publik terintegrasi dan terawat telah terbukti dalam sejarah peradaban Islam. Khilafah pernah berjaya selama 13 abad dengan kepemimpinan yang sesuai syariat Islam. Semuanya hanya bisa terwujud dengan diterapkannya Islam secara kaffah.
Saatnya kita semua melangkah bergerak menuju Saatnya kembali pada aturan Allah Swt., yang benar-benar menjaga setiap perjalanan sampai tujuan dengan selamat. Sehingga mudik tahun depan insyaallah aman dalam keberkahan. Waallahu'alam bisshoab. []

Social Plugin