Oleh: Febrinda Setyo
Aktivis Mahasiswa
MediaMuslim.my.id, Opini_ Selama Ramadhan dan Idul Fitri permintaan pinjaman online, Multi Finance, dan Pegadaian diperkirakan meningkat. Pihak OJK atau Otoritas Jasa Keuangan memprediksi kenaikan ini selaras dengan pembiayaan kebutuhan masyarakat yang juga meningkat. Agusman selaku Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya PVML) menyampaikan bahwa di kondisi-kondisi seperti ini penyaluran pembiayaan di sektor jasa keuangan non bank akan cenderung meningkat. ia menambahkan pada periode Ramadan dan lebaran 2024 dan 2025 penyaluran pinjol meningkat sekitar 8,9% dan 3,8% secara bulanan. Dengan ini maka utang keluarga menjadi semakin tinggi akibat dari daya tahan ekonomi rumah tangga Indonesia yang lemah, di tengah naiknya harga barang kebutuhan, tekanan kurs, dan bantuan sosial yang belum tepat sasaran.
Momen Ramadhan dan Idul Fitri banyak terjadi kapitalisasi di berbagai bidang yang berimbas pada lahirnya tekanan sosial dan beban ekonomi bagi masyarakat. Banyaknya permintaan sedangkan stok barang menipis menjadi salah satu alasan harga barang semakin tinggi, belum lagi dengan fenomena panick buying di kalangan masyarakat. Rapuhnya daya beli masyarakat saat ini menjadi kesempatan emas bagi berbagai lembaga penyedia utang. Di era digital saat ini muncul berbagai alternatif solusi utang yang sebenarnya justru membahayakan di tengah menurunnya pertumbuhan upah. Ekonomi rakyat yang difasilitasi utang akan membuat keluarga bergantung pada utang ribawi yang berbunga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di era kapitalisme saat ini, solusi yang ditawarkan tidak mampu menjangkau akar masalah dan cenderung menimbulkan masalah baru. Upaya yang dilakukan juga terkesan tidak serius seolah hanya sebagai penggugur kewajiban saja. Keluarga memerlukan sistem ekonomi yang mampu menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat, bukan seperti sistem saat ini yang hanya dikuasai oleh kaum kapital saja. Masyarakat memerlukan sistem yang stabil baik dari sisi nilai mata uangnya maupun harga barang, serta pendistribusian yang merata. Jika masih ada keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi atau masih sulit dalam mencukupi kebutuhan hidupnya, negara wajib menyediakan lapangan kerja yang cukup dengan upah yang memadai. Bukan memfasilitasi rakyat dengan utang.
Dengan ini maka yang umat butuhkan ialah penerapan ekonomi Islam. Dalam Islam sistem, ekonomi harus sejalan dengan sistem politik Islam. Sebab agar mampu terlepas dari ketergantungan pada dunia globalisasi dan liberalisasi, negara harus memiliki kekuatan politik sehingga negara akan mampu menerapkan sistem ekonomi Islam untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga. Sistem Islam juga akan mengembalikan momentum Ramadhan dan Idul Fitri sesuai pada syariat yakni sebagai momentum untuk mewujudkan ketakwaan pada Allah SWT baik di tataran individu, masyarakat, maupun negara.
Social Plugin