Aksi No King Bukti Krisis Kepemimpinan Global


Ilustrasi Pinterest
Penulis Septa Anitawati, S.I.P.
Alumni Fisipol UGM


MediaMuslim.my.id,.Opini_ Laman CNN Indonesia (28/3) melansir jutaan warga Amerika Serikat (AS) turun ke jalan dalam aksi bertajuk 'No Kings' yang digelar serentak di berbagai kota besar hingga wilayah pedesaan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Donald Trump.
Aksi ini berlangsung dari pantai timur hingga barat AS, mencakup kota-kota seperti New York, Los Angeles, Chicago, hingga komunitas kecil di Alaska pada Sabtu, 28 Maret 2026 waktu setempat.

Fakta juga menunjukkan bahwa utang nasional Amerika Serikat (AS) resmi menembus US$ 39 triliun atau Rp 661.440 triliun pada Maret 2026. Utang membengkak. Menyusul lonjakan pengeluaran akibat konflik AS-Israel menyerang Iran. Akibatnya utang per penduduk AS Rp 1,93 M. Sehingga, AS di ambang kebangkrutan. 

Analisis Fakta

Jika ditelisik, setidaknya ada tiga hal yang penting untuk dianalisis. 
Pertama, ambisi Trump menguasai dunia dengan kebijakan militernya. Yang berlandaskan Kapitalisme-Sekulerisme. Membuat utang AS berlipat ganda. Dan terancam kebangkrutan. 

Kedua, sikap AS (Trump) mendukung Israel untuk menguasai Palestina. Bahkan mendukung disahkannya UU hukuman mati terhadap tahanan Palestina. Juga bersekutu dengannya memerangi Iran. Semua ini telah membuka mata dunia dan warga AS akan kejahatan Trump dan hegemoni kapitalisme AS.

Ketiga, penghianatan para penguasa muslim. Akibat sekat-sekat nation state dan nasionalisme serta ketundukannya terhadap AS. Menandatangani perjanjian demi perjanjian yang justru mendukung musuh-musuh Islam dan kaum muslimin. Semua harus segera diakhiri. 

Konstruksi Solutif

Dari analisis tersebut, bisa ditarik tiga konstruksi solutif berikut. 
Pertama, meniscayakan umat untuk terus menerus disadarkan. Bahwa AS dengan hegemoni kapitalismenya serta politik demokrasinya yang didasarkan oleh Sekularisme. Telah merusak tatanan dunia. Juga merusak kehidupan antar bangsa. 

Kedua, meniscayakan upaya penyadaran politik umat Islam semakin dimasifkan. Disertai dengan edukasi tentang politik Islam, sistem Islam dan kepemimpinan Islam. Agar kaum muslimin melek politik. Sehingga, umat Islam dan penguasa muslim tidak lagi menjadi korban adu domba demi kepentingan AS. 

Ketiga, mengajak umat dan penguasa muslim untuk menggencarkan perjuangan penerapan Islam kaffah di bawah naungan negara Khilafah. Agar tatanan dunia yang rusak diganti dengan tatanan syariah Islam. Yang berasal dari Allah Swt. Dan di bawa risalahnya oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. 

Membangun Pemersatu Umat Islam Sedunia untuk Mengakhiri Penghianatan

Jujur saja. Tak ada kaum muslimin yang menginginkan perpecahan. Sejatinya, bagaikan satu tubuh. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW. 
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang, saling mencintai, dan saling berbelas kasih ibarat satu tubuh. Apabila satu anggota badan sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan sakitnya dengan tidak bisa tidur dan demam."
— (HR. Bukhari no. 5665 & Muslim no. 2586) 

Demikian juga dalam surat Al-Hujurat Ayat 10

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Baik Al-Quran maupun As-Sunnah meniscayakan persatuan umat IsIam sedunia. Di bawah panji Rasulullah SAW. Yakni di bawah naungan Khilafah Rosyidah Islamiyah 'ala minhajin nubuwwah. Satu pemimpin untuk umat IsIam sedunia. Tidak seperti sekarang. Terpecah-belah menjadi lebih dari lima puluh pemimpin. 

Saatnya Berubah

Jika kita ingin meneladani Rasulullah SAW agar mendapatkan syafaat di yaumil akhir. Maka ada tiga tahapan yang harus kita lakukan. 
Pertama, marhalah tatsqif atau tahapan pembinaan dan pengkaderan. 
Kedua, marhalah tafaul wal kifah atau tahapan interaksi dengan masyarakat dan perjuangan. 
Ketiga, marhalah tathbiq ahkamul IsIam atau tahapan penerapan hukum IsIam. IsIam diterapkan secara kaffah. Baik politik dalam negeri maupun politik luar negeri. Dalam naungan satu kepemimpinan global. Negara Khilafah Rosyidah IsIamiyah'ala minhajin nubuwwah. 

Dengan demikian, umat IsIam bersatu. Independent. Tidak diatur-atur ataupun disetir oleh negara lain. Bahkan mampu menjadi negara super power. Sebagaimana saat IsIam memimpin dunia di masa kejayaannya. Selama hampir empat belas lamanya. IsIam rahmatan lil'alamin terwujud. Tidak hanya mengayomi umat IsIam sedunia. Bahkan mampu mengayomi seluruh manusia di muka bumi. 
Demikianlah jika sistem IsIam yang diterapkan. Wahyu Allah Swt. risalah IsIam tak tertandingi. Persatuan umat IsIam sedunia yang kita rindukan pun akan segera terwujud bi idznillah. Sebagaimana janji Allah dalam surat An-Nur ayat 55.

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Artinya: Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
Wallahu a'lam bishawab.