Oleh Ummu Ash Shofi
Peran Iran-AS hingga kini terus memanas. AS meminta negara-negara sekutu mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Berbagai dampak dari perang ini pun terus bermunculan. Salah satunya adalah kenaikan harga BBM yang telah diprediksi akan mengalami kenaikan harga sejak Iran menutup Selat Hormuz. (tribunnews.com, 15/03/2026)
Iya, akibatnya sulitnya mengakses BBM melalui jalur laut, sejumlah negara mengalami kepanikan untuk membeli BBM. Keresahan itu juga menimpa masyarakat dunia termasuk masyarakat negeri ini. Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM menyampaikan bahwa masyarakat harus tenang karena stok BBM nasional ditegaskan dalam kondisi aman.
Meski demikian, jika perang Iran melawan AS tidak kunjung usai, maka kepanikan akan membeli BBM bisa makin meresahkan masyarakat. Sebab, BBM telah menjadi salah satu kebutuhan pokok yang akan berpengaruh pada sistem ekonomi, politik, dan sosial. Kepanikan terhadap harga dan ketersediaan BBM negeri pada negara lain merupakan bukti bahwa negeri ini belum mandiri dan berdaulatan dalam bidang energi.
Oleh karena itu, kejadian ini harusnya menjadi pemantik agar negeri dapat mewujudkan kedaulatan energi. Kedaulatan ini menjadi faktor penting untuk stabilitas politik ekonomi suatu negara. Jamak diketahui, negara pengusung kapitalisme global telah mengeksploitasi sumber daya energi dari negara-negara lemah untuk meraup keuntungan ekonomi. Hal ini juga digunakan untuk menciptakan ketergantungan energi negara-negara lain sebagai alat penjajahan ekonomi.
Dalam pandangan Islam, negara harus dapat memenuhi kebutuhan negerinya termasuk kebutuhan BBM. Kebijakan politik Islam akan mewajibkan negara mengelola sumber daya alam untuk kepentingan umat. Salah satunya mengelola berbagai tambang dan sumber energi. Begitupun dengan distribusi kekayaan alam tersebut. Negara akan mendahulukan kebutuhan masyarakat dan dalam negeri.
Allah Swt. sesungguhnya telah menganugerahkan negeri-negeri muslim dengan kekayaan alam yang mampu menyejahterakan mereka. Maka dari itu, sudah saatnya umat Islam sadar bahwa segala potensi dan kekayaan alam yang ada harus dikelola sesuai dengan perintah Allah Swt. Para pemimpin muslim juga harus menyadari dan memahami bahwa mereka tidak boleh membiarkan kapitalisme global mengambil kekayaan negeri untuk menjadi alat penjajahan global. Wallahu a'lam bishowab. []

Social Plugin