Konflik Timur Tengah Pecah, Ancam Setok Minyak Dunia


Ilustrasi Pinterest
Oleh : Elly Waluyo
Anggota Aliansi Penulis Rindu Islam


MediaMuslim.my.id, Opini_ Monopoli sumber daya alam oleh suatu golongan bahkan negara untuk mengeruk keuntungan materi merupakan suatu keniscayaan dalam sistem kapitalis. Sistem ini merupakan sistem buatan manusia yang menempatkan para kapital atau pemilik modal sebagai pemegang kendali atas segala aspek. Segala cara dihalalkan untuk menciptakan ketergantungan terhadap dirinya dengan memanfaatkan konflik hingga membuat konflik. 

Pemerintah hanyalah boneka untuk melegalkan kebijakan yang tak akan berpihak pada rakyat. Rakyat dipandang sebagai komoditas yang boleh dikorbankan.

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang pecah baru-baru ini telah berimbas pada kebutuhan pasokan minyak hampir di seluruh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Iran adalah pemegang kendali jalur laut di wilayah timur yang dilewati oleh kapal-kapal pengangkut minyak. Bahlil Lahadia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa persediaan BBM nasional hanya 21 sampai 25 hari saja. berdasarkan kapasitas penampungan nasional yang hanya mampu hingga 25 hari.

Namun, Bahlil meminta pernyataannya diluruskan bahwa bukan berarti tak ada lagi stok setelah 25 hari. Dirinya telah meminta agar pemerintah meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM untuk ketahanan energi sesuai standar minimum konsensus global. Meskipun demikian pernyataan tersebut sontak menimbulkan kehawatiran masyarakat akan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di negeri ini hingga terjadi panic buying.

Sejalan dengan Bahlil Lahadia, Andre Rosiade dari Fraksi Gerindra yang menjabat wakil Ketua Komisi VI DPR RI turut meminta rakyat tidak mencemaskan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional. BBM dinilai masih aman selama masa mudik lebaran 2026 hingga setelahnya. Estimasi tersebut berdasarkan laporan pertamina mengenai kelancaran kapal pengangkut. (https://nasional.kompas.com : 8 Maret 2026)

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa setiap negara harus memiliki kedaulatan energi untuk menjaga stabilitas politik ekonominya. BBM dapat dibilang sebagai komoditas strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak sehingga kelangkannya dapat mengguncang ekonomi, sosial hingga politik. 

Oleh karenanya elit global bernafsu memainkan keuntungannya dengan memanfaatkan negara-negara lemah agar menyerahkan eksplorasi sumber daya energi yang dimilikinya melalui iming-iming materi, tanpa menyadari bahwa hal itu merupakan penjajahan ekonomi yang dapat melemahkan kedaulatan negara. Dengan demikian maka elit global akan menciptakan ketergantungan dan dapat menyetir kebijakan pemerintahanya atas nama kerjasama. 

Haruslah disadari oleh umat bahwa kedaulatan negara adalah poin penting yang hanya bisa diraih dengan menerapkan sistem Islam. Dimana kedaulatan disandarkan pada syariat Islam yang tidak akan bisa di otak atik oleh manusia.

Negara sebagai pelaksana syariat mengharamkan kebutuhan hajat hidup umat termasuk pengelolaan SDM pada segelintir orang atau swasta. SDM masuk dalam harta kepemilikan umum. Erat kaitannya dengan peran negara sebagai pelindung dan pelayan umat. Negara wajib secara mandiri mengelola sumber daya alamnya hingga pendistribusiannya dengan mengembalikan keuntungannya pada rakyat. 

Kebutuhan pokok rakyatnya dapat terpenuhi dan dapat diakses dengan mudah, murah bahkan gratis di setiap aspek strategis sehingga kesejahteraan rakyat tercapai. Hanya melalui penerapan syariat Islam secara kaffah dalam setiap lini kehidupan yang mampu mencegah dan menghentikan penjajahan dalam bentuk dan atas nama apapun.