Ilustrasi Pinterest
Oleh : Dewi Puspita Sari, MT
(Pengamat Kebijakan Publik)
MediaMuslim.my.id, Opini_ Serangkaian peristiwa mengerikan masih saja berlangsung di tengah genjatan senjata dan pembentukan BOP yang katanya mewakili aspirasi dunia untuk rekonstruksi Gaza. Faktanya tetap saja rakyat Gaza Palestina selalu jadi korban. Kondisi Gaza kini tetap dalam kehancuran, kelaparan, ratusan ribu hidup di tenda pengungsian dan pendidikan terhenti. Di Tepi Barat tindak kekerasan, pembunuhan, penembakan, pengeboman, genosida dan penggusuran terus terjadi, baik oleh tentara IDF maupun oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina.
Sementara itu, Rapat perdana Board of Peace (BoP) pada 19/02/2026 diresmikan dan dibentuk sejumlah badan di bawahnya yang akan mengimplementasi rekonstruksi Jalur Gaza Palestina, salah satunya Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG).
Dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) itu, Ketua NCAG menyampaikan agenda utamanya pada pembangunan dan menjaga stabilitas di Jalur Gaza. Pembentukan NCAG (National Committee for the Administration of Gaza) terdiri dari 15 teknokrat Gaza yang mengawasi proses pelucutan senjata, mempertahankan satu hukum dan satu rantai komando, serta mengintegrasikan atau membubarkan seluruh kelompok bersenjata setelah melalui proses verifikasi yang ketat. (CNN, 20/02/26 Pukul 09.45 WIB)
Topeng Kemunafikan Pemimpin Negeri Islam
Krisis yang terus berulang di Gaza dan Tepi Barat akibat ulah Israel dan sekutunya terjadi ratusan kali karena pelanggaran perjanjian damai yang dilakukan pihak penjajah. Genjatan senjata yang terjadi bukan atas kehendak pihak Palestina tapi strategi licik penjajah memaksakan penghentian perlawanan Rakyat dengan janji palsunya. Ini semua terjadi atas persetujuan para pemimpin negeri Islam sebagai boneka Israel dan sekutunya.
Rakyat Palestina tidak percaya terhadap BoP ala Trump dapat menyelesaikan konflik, mengingat selama ini AS selalu berpihak pada Israel dalam kebijakan politik dan militer, bahkan menggunakan hak veto di PBB untuk membela Israel.
AS dan Israel menjadikan BoP alat legitimasi pembersihan etnis, genosida dan perampasan tanah Palestina. Rekonstruksi Gaza bukan untuk rakyat Palestina tapi untuk mewujudkan ambisinya menguasai Palestina dan jalur Gaza.
Lihat saja bagaimana ditengah agenda BoP yang sedang berlangsung rakyat Palestina masih diserang dengan senjata kimia termobarik yang melumatkan tubuh-tubuh mereka tanpa sisa. Ini sungguh kekejaman yang tak bisa dibiarkan.
Dibawah BoP, AS membentuk NCAG menjanjikan perdamaian Palestina kepada penguasa negeri-negeri Muslim untuk melegitimasi dan mendukung rencana jahat AS dan Israel yang sistematis, masif dan terstruktur untuk mewujudkan New Gaza. Pemimpin negeri-negeri Islam seolah bersikap naif, percaya Trump sang penjahat perang sebagai inisiator perdamaian. Kemunafikan yang ditunjukkan oleh para pemimpin negeri Islam dengan berpihak pada pelaku genosida makin menegaskan bahwa sebetulnya Umat Islam bukan umat yang lemah tapi mereka terlihat tak berdaya karena banyaknya orang-orang munafik didalamnya.
Cahaya Kemenangan Islam : Janji Allah Bisyaroh Rasulullah
Islam sebagai din sekaligus ideologi yang berasal dari sang pencipta Allah Subhana Wata'ala menegaskan dalam FirmanNya bahwa kaum Muslimin tidak boleh percaya, apalagi mendukung perdamaian dengan Israel, karena mereka sangat membenci Islam, mereka tidak akan berhenti menyusahkan umat Islam.
AS dan Israel adalah negara kafir harbi ( wajib diperangi) yang bersekutu untuk menguasai dunia dengan penjajahan politik, ekonomi maupun militer, haram bagi umat Islam untuk bergantung apalagi mendukung persekutuan dan solusi yang mereka tawarkan. Telah jelas peringatan Allah dalam Al-Qur'an, bahwa mereka kaum yang suka berbuat kerusakan dibumi.
Tidak ada pilihan lain bagi umat Islam terutama pemimpin negeri-negeri Muslim selain berlepas diri dari agenda jahat Israel dan sekutunya AS. BoP adalah jebakan yang mereka siapkan untuk memangsa para pemimpin munafiq membiayai proyek busuk menghabisi rakyat Palestina dari wilayah Al-Quds. Allah Ta'ala berfirman:
Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur`an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam (TQS. An-nisa : 138-140)
Fajar kemenangan akan nampak saat umat Islam memiliki pemikiran, perasaan dan aturan yang sama yakni Islam. Mereka memegang dan melaksanakan janji Allah dengan syarat berpegang pada tali agama Allah.
Umat Muhammad juga merealisasikan bisyaroh Rasulullah, dengan berupaya menegakkan kembali Khilafah (sistem pemerintahan Islam) yang kedua setelah Khilafah pertama di Madinah. Khilafah merupakan satu-satunya metode penerapan Islam berdasarkan wahyu yang telah terbukti mampu menyingkirkan kezaliman kaum yahudi dan munafiq di masa Rasulullah Saw.
Khilafah juga tercatat sebagai negara adidaya yang kerap mengerahkan segala daya dan upaya untuk membantu negeri-negeri tertindas dari serangan penjajah dengan politik luar negerinya dakwah dan jihad. Hal ini menjadi bukti Khilafah mampu melaksanakan futuhat dan menyingkirkan musuh-musuh Islam meski jumlah mereka besar. Kehebatan pasukan kaum muslim ketika Khilafah tegak tidak pernah diragukan karena mereka dijuluki sebagai kaum yang merindukan kemuliaan dengan Islam dan mengharapkan syahid dijalan Allah.
Wallahu a'lam
Social Plugin