Bahaya BoP bagi Palestina


Ilustrasi Pinterest
Oleh: Hany Handayani Primantara, S.P
 (Aktivis Muslimah Banten)

MediaMuslim.my.id, Opini_ Di tengah perundingan damai melalui BoP yang dilakukan oleh penguasa negeri-negeri Muslim, Palestina tetap membara. Perbincangan hangat satu meja dengan negara Barat demi damainya Palestina dan Israel tidak menyentuh hingga ke lokasi kejadian. Gaza tetap mengalami kehancuran, krisis kelaparan dirasakan semua warga Muslim, ratusan ribu warga Gaza hidup dalam tenda pengungsian. Dunia pendidikan mereka pun ikut terhenti, seperti kota mati yang ditinggalkan penghuni, Gaza tetap mengalami peningkatan serangan secara fisik.

Tidak hanya itu, penembakan pun terjadi di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang dikuasai oleh Israel sejak Perang Timur Tengah 1967. Mohammed Hanani yang masih berusia tujuh belas tahun menjadi korban kekejaman tentara IDF, dia tewas akibat luka parah setelah ditembak tentara Israel di Kota Beit Furik, Nablus timur. Para pemukim Israel juga melakukan tindak kekerasan dan penggusuran terhadap warga Palestina. (Antaranews.com, 23-02-2026)

Pembentukan NCAG (National Committee for the Administration of Gaza) yang beranggotakan 15 teknokrat Gaza faktanya tak lebih hanya sekadar peluang bagi mereka untuk melucuti senjata Hamas yang selama ini berjuang demi mempertahankan tanah Palestina. Lembaga ini hanya menjadi legitimasi bagi Barat untuk bisa melumpuhkan kaum Muslim Palestina. Dengan pongahnya mereka dapat membubarkan semua kelompok bersenjata setelah melalui proses verifikasi yang ketat.

Penyesatan Opini di Balik BoP

Pada dasarnya krisis yang berlangsung sekian lama di Gaza maupun Tepi Barat merupakan ulah Israel. Pertama, mereka dengan sengaja mencaplok wilayah Palestina. Ini merupakan tindakan penjajahan secara nyata di wilayah kaum muslim. Kedua, kejahatan mengambil tanah secara paksa melalui kekerasan fisik berupa penembakan terhadap warga sipil menggunakan pistol, bom serta rudal yang mampu menghancurkan dengan jarak yang jauh, merusak berbagai fasilitas umum. Bahkan info terbaru, mereka gunakan alat perang yang dapat menghilangkan jasad korban tanpa sisa. Hal ini sudah termasuk genosida yang sangat tidak manusiawi. Ketiga, sudah ribuan kali Israel melanggar perjanjian damai yang dimediasi oleh PBB dan kongres perdamaian lainnya.

Kenyataan tersebut membuat warga Palestina skeptis terhadap BoP buatan Trump yang digadang-gadang akan mewujudkan perdamaian kedua belah pihak. Mengingat sepak terjang AS sebelumnya yang selalu berpihak pada Israel dalam menentukan kebijakan politik dan militer. Bahkan tidak sekali dua kali AS menggunakan hak vetonya di PBB untuk membela Israel. Padahal akar masalahnya buka ada pada Palestina, melainkan Israel yang selalu memicu perang. 

Sebaliknya Palestina mengingatkan agar kaum muslim jangan sampai terkecoh dengan agenda BoP yang sejatinya hanyalah alat yang digunakan oleh AS dan Israel untuk legitimasi pembersihan etnis, genosida dan perampasan tanah Palestina. Jangan sampai penguasa negeri-negeri Muslim mau ikut bergabung sekaligus mendukung rencana jahat AS dan Israel untuk mewujudkan New Gaza yang telah mereka rencanakan. Termasuk pembentukan NCAG yang jelas-jelas bukan mewakili kepentingan Palestina tapi merupakan bagian dari BoP itu sendiri. Ini adalah upaya penyesatan opini yang sangat berbahaya bagi kaum Muslim.

Sikap Tegas Kaum Muslim terhadap BoP

Allah Swt. telah memberikan informasi terkait karakter orang-orang kafir dalam al-Qur'an surat Al-Ma'idah ayat 82: "Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”. Ayat ini cukup menjadi pegangan bagi kaum Muslim untuk tidak menaruh kepercayaan sama sekali kepada mereka. Sebab perdamaian bagi Israel hanyalah janji kosong yang akan terus mereka langgar.

Kaum Muslim tidak boleh ikut andil dalam hal apapun dengan mereka. Baik untuk mendukung maupun bergabung dalam BoP. Semua itu adalah manifestasi dari permusuhan nyata yang dilakukan mereka terhadap kaum Muslim. AS dan Israel merupakan negara kafir yang bersekutu untuk menguasai dunia. Mereka rela gunakan berbagai cara penjajahan, mulai dari penjajahan secara politik, ekonomi maupun militer. Haram bagi kaum Muslim untuk bergantung maupun bersepakat terhadap persekutuan atas solusi yang ditawarkan mereka. 

Selain permusuhan yang keras, secara tegas Allah sampaikan karakter mereka yang sering menyulut konflik dan membuat kerusakan dalam surat Al Maidah ayat 64: "Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

Maka jalan satu-satunya untuk bisa menolong kaum Muslim Palestina bukan menggantungkan kepada solusi yang diinisiasi oleh kaum kafir berupa BoP. Kaum Muslim Palestina bisa dibebaskan dari berbagai penjajahan tersebut dengan cara bersatunya kaum Muslim di seluruh dunia dalam satu kesatuan institusi yang dinamakan kekhilafahan ala manhaj kenabian. Hanya sistem pemerintahan Khilafah yang mampu mengubah seorang muslim dari penghambaan sistem kufur menjadi penghambaan hanya kepada Allah Swt.

Wallahu alam bishshawab.