Ilusi Dewan Perdamaian di Atas Tanah Jajahan

Ilustrasi Pinterest
Oleh Sari Isna_Tulungagung


MediaMuslim.my.id, Opini_ Gencatan senjata dan Board of Peace yang ditawarkan AS sebagai solusi perdamaian Gaza, nyatanya dikhianati juga. Pelanggaran gencatan senjata dilakukan oleh Zionis Israel seperti sebelum-sebelumnya. Militer Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menggempur habis-habisan Jalur Gaza, Palestina, pada Rabu (4/2). Imbas serangan Israel 23 orang termasuk anak-anak tewas. Secara lebih rinci, 14 orang tewas akibat serangan artileri Israel di lingkungan Tuffah dan Zeitoun di Kota Gaza. Empat lainnya dilaporkan tewas dalam serangan di di kamp pengungsi Qizan Abu Rashwan. Dua orang lainnya tewas akibat serangan udara Israel di kamp tenda pesisir Al Mawasi dan Bulan Sabit Merah Palestina menuatakan salah satu korban adalah petugas tanggap darurat pertama, Hussein Hasan Hussein al-Sumairy. Kontributor Al Jazeera di Gaza, Tareq Abu Azzoum juga mengatakan rumah warga tak luput jadi sasaran pasukan Israel.(cnnindonesia.com, 05/02/2026)

Serangan udara kembali dilancarkan oleh Israel di jalur Gaza. Vidio detik-detik Israel melancarkan serangan udara ke sebuah bangunan di Jalur Gaza terekam pada Jumat (6/2/2026). Bangunan yang terletak di dekat pemakaman di Zeitoun itu langsung rata dengan tanah akibat serangan rudal Israel.Dilaporkan tidak ada korban jiwa, mengingat warga di lokasi tersebut telah dievakuasi sebelumnya. (video.kompas.com, 07/02/2026). Meski menyetujui gencatan senjata dan bergabung dalam Board of Peace, namun pada kenyataannya Israel masih melakukan serangan ke Gaza.

Belum lama penandatanganan Board of Peace Charter tepatnya pada tanggal 22 Januari 2026 lalu, tetapi serangan demi serangan masih terus dilancarkan. Lalu apa yang bisa diharapkan? Dunia terlalu naif, percaya dengan janji-janji gencatan senjata dan Board of Peace yang diinisiasi AS. Untuk yang percaya Indonesia masuk sebagai bentuk diplomasi dan akan mengubah arah politik dari dalam, yuk kita sudahi halu kita. sejak kapan Trump mau mendengar pendapat lain? Yang ada dia hanya memikirkan kepentingannya.

Gencatan senjata dan Board of Peace hanyalah sandiwara AS-Israel melanggengkan penjajahan di Palestina. Board of Peace bukanlah soal perdamaian tetapi kekuasaan global. Kekuasaan global yang berada di bawah satu tangan yakni AS, dan ini sangat berbahaya karena akan berpotensi melegalkan intervensi yang diatasnamakan perdamaian. Padahal yang ditegakkan bukan kata damai tetapi kepentingan Barat, khususnya Amerika. Oleh karenanya Board of Peace ini bisa dijadikan alat kontrol AS atas negara-negara di dunia khususnya negeri muslim sehingga kebijakan-kebijakannya bisa diarahkan, ekonominya ditekan,dan  politiknya bisa diawasi.

Dan yang sangat disayangkan adalah banyak negeri-negeri muslim yang ikut bergabung di dalam Board of Peace. Penguasa negeri-negeri muslim tak punya nyali untuk melawan negara penjajah sekelas AS-Israel, dengan alasan menjaga keamanan kawasan dan mencegah perang semakin meluas. Bahkan, mereka rela bergabung dalam Board of Peace dengan membayar sejumlah iuran yang tidak sedikit nominalnya.

Dalam perspektif Islam, harusnya konflik global ini bisa kita pahami sebagai pertarungan besar antara hegemoni kapitalisme global melawan tanda-tanda kebangkitan peradaban Islam yang semakin nyata. Board of Peace bukanlah perdamaian melainkan instrument penjajahan. Sikap umat harus tegas, zero toleran terhadap narasi gencatan senjata dan perdamaian yang digembar-gemborkan AS-Israel. Kesatuan umat dalam politik dan kepemimpinan sangat dibutuhkan untuk melawan hegemoni penjajah kafir. Sejarah Islam mengajarkan bahwa tekanan global tak akan mematikan Islam justru mempercepat kebangkitannya. Tekanan global ini makin menunjukkan rusaknya sistem global dan semakin memperkuat kesadaran politik Islam.

Memahamkan umat dan penguasa muslim untuk melakukan jihad dan mendorong penyatuan negeri-negeri muslim di bawah naungan Khilafah adalah satu-satunya solusi hakiki untuk menyingkirkan penjajah. Kekuasaan kapitalisme global saat ini hanya bisa dihadapi oleh kekuatan yang sepadan. Oleh karenanya butuh adanya persatuan. Persatuan umat muslim sedunia dalam satu kepemimpinan lah yang akan sanggup menyelesaikan permasalahan. Kedamaian di Gaza, di bawah kekuasaan Daulah Khilafah bukan hanya ilusi semata tetapi akan terbukti nyata.