Guru dan Murid: Korban Sistem Pendidikan yang Rusak


Ilustrasi Pinterest
Oleh: Lia Fitri



MediaMuslim.my.id, Opini_ Viral seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Agus Saputra terlibat perkelahian dengan sejumlah siswanya. Peristiwa keributan terjadi di lingkungan sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Insiden tersebut terekam dalam video berdurasi 58 detik.

Berdasarkan video yang beredar, Agus sempat menyampaikan pernyataan melalui mikrofon yang belakangan diduga mengandung hinaan. Ucapan tersebut menyulut emosi sejumlah siswa hingga berujung adu jotos.

"Kami sudah minta penjelasan dari kepsek, hari ini sudah dilakukan mediasi duduk bersama forum komunikasi kecamatan, ada camat, lurah, kapolsek, dan para siswa serta majelis guru," kata Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis, dilansir detikSumbagsel, Rabu (14/1/2026).

Mengapa Hal ini Bisa Terjadi?

Fenomena ini menunjukkan kegagalan dalam sistem pendidikan. Sistem pendidikan yang seharusnya mencetak generasi beriman, beradab dan berilmu namun generasi yang tampak hari ini justru menjadi kriminal mereka tanpa rasa iba dan tanpa merasa berdosa bisa melakukan kekerasan kepada guru atau teman sebayanya.

Semua ini merupakan buah dari penerapan sistem Sekuler Kapitalistik dalam semua aspek kehidupan. Sistem ini telah memisahkan manusia dari standar agama dalam kehidupan. Sistem ini juga membuat negara abai terhadap kondisi pendidikan saat ini. Negara telah membiarkan anak-anak tidak terdidik agama dengan secara benar negara juga telah mengabaikan hak-hak seorang guru. Agama hanya diposisikan sebagai aktivitas ritual individu saja.

Sistem ini juga Menyebabkan
 
a. Rendahnya kualifikasi guru yang tidak sesuai dengan bidang pendidikan yang didapatkan. Ini terjadi karena minimnya gaji guru sehingga guru lebih memilih menjadi pengusaha atau pekerja lain, kurangnya fasilitas sekolah dan akses sekolah di berbagai daerah di Indonesia yang mempengaruhi keinginan para guru untuk mengajar
b. Sistem dan konten seleksi guru yang tidak efektif belum bisa menyaring orang-orang yang memiliki kecintaan dan kemampuan untuk mengajar
c. Sistem pengembangan profesional guru yang tidak berkelanjutan dan tidak merata karena program yang tidak memadai
d. Standar penilaian kinerja guru yang bersifat sekuler liberal

Pendidikan dalam Islam

Dalam Islam pendidikan adalah hal yang sangat penting dan sangat diperhatikan Rasulullah Saw bersabda:
"Dan keutamaan orang yang berilmu di atas orang yang beriman adalah seperti keunggulan bulan atas seluruh benda langit sungguh ulama adalah pewaris para nabi satu-satunya warisan para ulama adalah pengetahuan. Siapapun yang mengambil hal itu, maka sungguh ia telah mengambil bagian yang paling cerdas (HR. Qais bin katsi)

Islam telah menjadikan pendidikan sebagai hajjah asasiyyah (kebutuhan dasar) yang harus dijamin ketersediaannya di tengah-tengah masyarakat oleh negara. Seperti hadits Nabi Saw bersabda: "Imam adalah pemimpin dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya (HR. Al-Bukhari)

Negara wajib menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat hingga pendidikan tinggi dari hal sarana, sistem hingga gaji bagi para pendidik yang menyejahterakan dan memuliakan manusia.

Tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk generasi berkepribadian Islam yang mulia dan memuliakan, membekali anak didik dengan ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan urusan kehidupannya.

Khusus untuk perguruan tinggi pendalaman dan pengkristalan kepribadian Islam dilakukan kepada siswa yang bertujuan untuk melahirkan para ahli dan spesialis di semua bidang kehidupan untuk mewujudkan kemaslahatan umat.

Mempersiapkan tenaga ahli yang diperlukan untuk mengurus urusan masyarakat seperti qhadi, ahli fikih, scientist, insinyur, guru dan lain sebagainya.

Islam memandang ilmu bukan komoditas dan faktor produksi. Akan tetapi ia adalah jiwa kehidupan. Pendidikan Islam ini akan mempengaruhi seluruh proses mulai dari kurikulum pendidikan, standar kelulusan mahasiswa pendidikan, seleksi untuk menjadi guru dan pengembangan profesionalisme hingga standar untuk menilai kompetensi guru.

Keberhasilan yang begitu spektakuler ini tidak lepas dari visi dan misi pemerintah yang orisinal yang kuat. Sehingga melahirkan para ahli dan para ilmuwan yang luar biasa yang telah terbukti selama hampir 13 abad.
Wallahu a'lam bishawab