Ilustrasi Brunella Farchiesi
Oleh : Nia Faeyza
(Aktivis Dakwah dan Penulis)
MediaMuslim.my.id, Opini_ Sebanyak 747 sekolah berbagai jenjang pendidikan masih berlumpur di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, hingga Senin (12/1/2026). Rinciannya, Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dan Sekolah Luar Biasa di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh dan Kementerian Agama sebanyak 132 unit.
Lalu, sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebanyak 615 sekolah. "Secara umum semua ruang kelas sudah kami bersihkan. Namun, untuk pekarangan sekolah dan kompleks sekolah belum dibersihkan, termasuk lumpur di jalan menuju sekolah," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, kepada Kompas.com, Senin (12/1/2026). Tantangan Berat China, Angka Kelahiran Anjlok ke Titik Terendah, Kok Bisa? Aceh Liburkan Sementara Pembelajaran di Wilayah Terdampak Parah Artikel Kompas.id Dia menyebutkan proses belajar mengajar dengan jam fleksibel telah diberlakukan untuk seluruh sekolah, termasuk lima sekolah yang rusak total.
Guru ke Lokasi Pengungsian Proses pembelajaran guru mendatangi lokasi pengungsian. “Data seluruh sekolah untuk pembersihan telah kami serahkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Proses pembersihan dibantu TNI/Polri, pemerintah, dan seluruh relawan,” kata Jamal yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara. Dia menyebutkan, jumlah sekolah mencapai ratusan dan tersebar di 27 kecamatan membuat pembersihan lumpur membutuhkan waktu lebih lama. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ "Jalan dan parit penuh lumpur menuju sekolah juga harus dibersihkan. Jika tidak, saat hujan turun, semua lumpur itu akan menumpuk di halaman sekolah lagi," tuturnya. Baca juga: Aceh Utara Banjir Lagi, Status Kembali ke Tanggap Darurat Perlengkapan Sekolah Selain itu, dia mengajak seluruh lembaga dan pemerintah daerah lainnya untuk membantu dukungan perlengkapan sekolah, mulai dari sepatu, pakaian, tas, dan alat tulis, termasuk buku pembelajaran.
Karena ribuan murid kami juga terdampak. Tidak ada baju dan perlengkapan lainnya di sekolah. Buku pelajaran dan alat peraga juga begitu," ujarnya. Memang, sambung Jamaluddin, perlengkapan sekolah 900 unit telah diterima dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Baca juga: Sekolah Langganan Banjir, Guru SD di Bekasi Minta Pemerintah Perbaiki Akses Jalan Adapun murid yang membutuhkan perlengkapan sekolah mencapai 7.000 orang.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat sudah berlalu. Namun duka dan dampaknya masih dirasakan sampai sekarang. Tak terkecuali di bidang pendidikan. Bantuan yang di ulurkan masih belum mencukupi. Masyarakat sangat berharap pemerintah segera memberikan bantuan yang komprehensif supaya pembelajaran bisa tetap berjalan. Pemulihan ratusan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana adalah tanggung jawab negara. Tidak boleh dibebankan pada masyarakat. Tak hanya fasilitas fisik, tapi juga recovery mental. Anak-anak membutuhkan dukungan secara moral mengingat kejadian yang menimpa mereka begitu memilukan. Pemerintah atau bisa juga melalui perwakilan baik Menteri atau DPR atau siapapun sebaiknya menemui langsung, melihat secara langsung, ikut merasakan duka mereka. Betapa berat penderitaan mereka, tak hanya kehilangan rumah, tapi juga kehilangan orang-orang terdekat. Jangan sampai mereka juga kehilangan masa depan mereka hanya karena lambatnya bantuan penunjang pendidikan.
Mengingat pendidikan merupakan salah satu aspek vital dalam sebuah negara, maka keberlangsungannya harus dimaksimalkan. Peran lembaga pendidikan dan pesantren sangat penting untuk menanamkan akidah yang kokoh, membangun kepribadian Islam yang kokoh, serta menyadarkan peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Dalam pandangan Islam, pelayanan publik mencakup 3 hal :
1.Kebutuhan dasar individu, seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan.
2.Kebutuhan pokok, seperti sandang, pangan, dan papan.
3.Fasilitas umum, seperti jalan, jembatan, sekolah, Rumah Sakit, dan lain sebagainya.
Komponen di atas adalah jaminan negara yang harus dipenuhi. Islam menempatkan penguasa sebagai ro'in (penggembala) dan mas'ulun (yang dimintai pertanggungjawaban) atas rakyat yang dipimpinnya.
Islam mewajibkan negara untuk menjamin pendidikan gratis bagi seluruh warga negara.
Pendidikan sangat penting tidak hanya untuk masa depan generasi tetapi juga untuk masa depan bangsa. Sehingga menjamin generasi agar bisa sekolah adalah hak setiap anak. Negara harus bisa menghilangkan semua hambatan yang menghalangi jalan pendidikan. Menyediakan sekolah gratis, dari mulai peralatan sekolah, buku, pakaian, dan semua perlengkapan sekolah seperti bangunan sekolah, kursi, meja, papan tulis, komputer dan sebagainya. Semua bisa bisa menikmati fasilitas pendidikan tanpa bingung soal biaya. Seperti inilah sistem pendidikan dalam Islam. Semua anak bisa belajar dengan tenang.
Dari sini akan lahir generasi tangguh yang akan melanjutkan kehidupan Islam. Akan lahir kaum-kaum pemikir. Kaum pemikir adalah kaum yang mampu berfikir cemerlang, membaca kondisi dan persoalan yang terjadi serta mencari solusi tuntas atas setiap persoalan tersebut dengan pemikiran yang jernih. Mampu membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Mampu melihat kebathilan dan siap untuk mendobraknya.
Saat pemikiran manusia bangkit, maka bangsanya juga akan bangkit. Perlahan perubahan akan terjadi. Dari kegelapan menuju cahaya. Dari kebodohan menuju kebangkitan berfikir. Dan perubahan revolusioner akan terjadi apabila pemikiran yang lama di restart dengan pemikiran yang baru yang lebih baik. Dan puncak berfikir tertinggi seorang manusia adalah saat dia menyadari bahwa dia adalah seorang hamba yang harus mengagungkan Tuhannya dan menyadari bahwa Dia memiliki aturan kehidupan, tinggal manusia sendiri yang memilih mau menerapkan aturan yang berasal dari Allah SWT atau tidak.
Islam membentuk generasi muda dengan menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama sebuah peradaban, karena dengan pendidikan akan lahir generasi yang cemerlang, dan sistem pendidikan terbaik hanya ada apabila syariat Islam diterapkan dalam sistem kehidupan secara kaffah.
Wallahu a'lam bisshawab
Social Plugin